Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

2000 Pohon Bambu Ditanam di DAS Cisadane

Kamis, 24 November 2011 | 23:00 WIB
Antara

BOGOR - Sebanyak 2.000 batang pohon bambu akan ditanam di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane di Kelurahan Cilendek Barat, Kota Bogor, untuk mengurangi bahaya banjir saat musim hujan.

Penanaman pertama pohon bambu haur hejo atau bambu ampel tersebut dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kota Bogor Lucy Angelia, Kepala Bidang Perkotaan Kementrian Lingkungan Hidup Teddy S Mahendra, dan jajaran muspida Kota Bogor, Kamis.

Ketua LSM Pemerhati Pembangunan dan Lingkungan Hidup Bogor Moh Nurman yang memprakarsai gerakan ini mengatakan bambu dipilih karena tanaman ini memiliki akar yang kuat, sehingga dapat menahan erosi di sekitar bantaran kali.

Bambu juga termasuk tanaman yang mudah ditanam. "Apalagi ciri khas tanah sunda adalah pohon bambu. Kita pilih bambu haur hejo," katanya.

Nurman mengatakan, upaya yang dilakukannya ini merupakan salah satu bentuk dukungan masyarakat terhadap tugas pemerintah dalam menjaga lingkungan di sekitar Kota Bogor. "Kita tentunya tidak hanya menanam, tetapi juga memantau perkembangan pohon yang ditanam," katanya.

Sekretaris Dinas Pertanian Lucy Angelia menyambut baik upaya penanaman bambu untuk mencegah erosi.

"Penanganan banjir harus dilakukan dari hilir ke hulu. Apa yang dilakukan sekarang merupakan langkah untuk mencegah banjir, dengan memperbaiki daerah di kawasan hulu," kata Lucy.

Pemilihan bambu, katanya, cukup tepat karena bambu banyak digunakan untuk mencegah kerusakan tebing sungai karena peningkatan debit air.

Hal senada dikatakan Kepala Bidang Perkotaan Kementerian Lingkungan Hidup Teddy S Mahendra. Menurut dia, gerakan penanaman tersebut menunjukkan kerja sama dalam rangka peningkatan kesadaran masyarakat.

“Banyaknya bencana alam menunjukkan tanda fungsi lingkungan mengalami penurunan,” katanya. (ant/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN