Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

2015, Jakarta Kota Paling Banyak Dikunjungi

Rabu, 30 Desember 2015 | 06:15 WIB
Investor

JAKARTA Tiket.com mengungkapkan, setidaknya terdapat lima kota yang menjadi tujuan utama perjalanan dan wisatawan domestik di Indonesia selama 2015. Kelima kota tersebut terdiri atas Jakarta, Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, dan Medan.

 

Chief Communication Officer & Co-Founder Tiket.com Gaery Undarsa mengatakan, Jakarta menjadi kota yang paling banyak dituju oleh masyarakat Indonesia yang menggunakan aplikasi tersebut. Hal tersebut bisa terjadi karena jumlah penerbangannya paling banyak dibandingkan ke kota lainnya di Nusantara.

 

Sementara itu, posisi kedua ditempati kota Surabaya. Bahkan, jumlah perjalanan ke kota Pahlawan tersebut telah jauh mengalahkan Denpasar yang menempati peringkat ketiga. Padahal, Denpasar merupakan salah satu tujuan utama wisata dunia.

 

“Itu karena perjalanan ke Surabaya bukan hanya untuk jalan-jalan, tapi juga berbisnis. Hal tersebut sangat berbeda dengan di Denpasar. Masyarakat yang melakukan perjalanan ke Denpasar sebagian besar untuk berlibur,” ungkap Gaery di sela media gathering di Jakarta, Selasa (29/12).

 

Menariknya lagi, lanjut dia, Yogyakarta menjadi kota tujuan perjalanan terbanyak keempat selama 2015. Terbukti, dengan cepat ludesnya tiket perjalanan menuju kota Gudeg tersebut, baik pesawat dan kereta pada akhir tahun ini. Ditambah lagi, penuhnya okupansi kamar hotel-hotel yang berada di kota tersebut.

 

Selain itu, Gaery menambahkan, selama 2015, tujuan perjalanan yang paling tinggi perkembangannya adalah kota Malang, Makassar, dan Bandung. Hal tersebut terjadi seiring banyaknya tujuan wisata di kota tersebut. Sedangkan perjalanan menuju kota-kota di pulau Kalimantan pada 2015 justru mengalami penurunan.

 

“Itu seiring dengan industri pertambangan yang menurun pada tahun ini,” jelasnya.

 

Dia memperkirakan, tren kota tujuan perjalanan wisatawan domestik pada 2016 tidak mengalami perubahan yang signifikan. Karena itu, selain Makassar dan Manado, kota-kota di Indonesia bagian timur masih belum akan berkembang pada tahun mendatang. Masalah infrastruktur yang masih minim menjadi persoalan, sehingga biaya perjalanannya masih tergolong mahal.

 

Menurut Gaery, perjalanan ke Indonesia bagian timur baru akan berkembang lebih baik apabila kondisi infrastukturnya sudah membaik. “Untuk tujuan Indonesia bagian timur kemungkinan baru akan berkembang pada 2017,” ucapnya. (iin)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN