Menu
Sign in
@ Contact
Search
Mendikbud Nadiem Makarim. (Foto: SP/Ruht Semiono)

Mendikbud Nadiem Makarim. (Foto: SP/Ruht Semiono)

Nadiem Paparkan Tujuh Kegiatan Prioritas Pendidikan 2021

Selasa, 23 Jun 2020 | 20:46 WIB
Jayanty Nada Shofa (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id -  Komisi X DPR RI telah menggelar rapat kerja virtual bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pada Senin (22/6).

Pada rapat tersebut, Nadiem memaparkan beberapa kegiatan prioritas pendidikan di tahun 2021 termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diampu oleh Sekjen Kemdikbud.

"KIP pada 2021 masih di Kemdikbud dan belum ada rencana dipindahkan," tegas Nadiem menjawab isu perpindahan KIP ke kementerian lain.

Kedua, leksikografi sebanyak 25.000 kata dan istilah baru, serta uji kemahiran berbahasa Indonesia dalam asesmen kompetensi minimum (AKM) literasi yang diampu Badan Pengembangan dan Pembinan Bahasa.

Advertisement

Ketiga, penyediaan peralatan TIK serta pendampingan daerah dan penguatan tata kelola di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen).

Keempat, sekolah penggerak atau revitalisasi SMK, penguatan SDM bidang vokasi, serta bantuan operasional perguran tinggi negeri (BOPTN) Vokasi yang diampu Ditjen Pendidikan Vokasi.

Kelima adalah mengembangkan guru penggerak, organisasi penggerak, dan peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan (GTK) yang diampu oleh Ditjen GTK.

Keenam, BOPTN satuan kerja dan PTN badan hukum dan kerja sama atau magang industri melalui Kampus Merdeka. Program ini akan diselenggarakan oleh Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud.

Ketujuh, pengembangan AKM dan pengembangan perbukuan nasional yang diampu Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Balitbang dan Perbukuan).

"Balitbang dan Perbukuan akan hampir seratus persen fokus pada pengembangan kurikulum dan asesmen. Pengembangan perbukuan berdasarkan penyederhanaan kurikulum sesuai pengembangan asesmen AKM yang mengacu standar global, yaitu literasi dan numerasi," terang Nadiem.

Di bidang kebudayaan, beberapa program prioritas Kemdikbud termasuk penyelenggaraan event, serta pengembangan cagar budaya dan museum.

"Kami harapkan perbaikan situasi Covid-19 akan membuat event-event kebudayaan sebagai bagian diplomasi budaya Indonesia yang sudah pernah disebutkan sebelumnya akan berjalan," harapnya.

Pihaknya juga akan terus mendorong revitalisasi cagar budaya secara selektif agar menjadi kelas dunia.

Pada raker tersebut, Nadiem juga menanggapi beberapa isu yang sempat menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Salah satunya adalah peleburan mata pelajaran agama dengan pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Hingga saat ini, mata pelajaran agama masih menjadi subjek mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.

"Salah satu dari 10 bagian peta jalan pendidikan adalah memperbaiki kurikulum nasional, pedagogi, dan penilaian. Saya ingin menegaskan tidak ada keputusan peleburan mata pelajaran agama dengan lainnya," tegas Nadiem.

Sebagai informasi, raker bersama Komisi X DPR membahas empat poin utama yakni rencana anggaran Kemdikbud tahun 2021 dan program Indonesia Pintar, profil Pelajar Pancasila sebagai bagian dari peta jalan 2020-2035, bantuan untuk mahasiswa dan sekolah yang terdampak Covid-19, serta penyelenggaraan tahun ajaran dan tahun akademik di tengah pandemi.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com