Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kesiapan pasar tradisional hadapi masa new normal. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Kesiapan pasar tradisional hadapi masa new normal. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Sejumlah Tokoh Luncurkan Gerakan Pakai Masker di Pasar Tradisional

Sabtu, 27 Juni 2020 | 11:07 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

TANGERANG, investor.id - Ancaman Pandemi Gelombang kedua di Indonesia bukan main-main. Melihat tren pasien positif Covid-19 di berbagai daerah yang belum juga melandai, bahkan di beberapa daerah meningkat, maka kekhawatiran atas pandemi Corona yang berlanjut harus dipandang sebagai ancaman serius bagi Indonesia.

Oleh karena itu, sejumlah tokoh meluncurkan Gerakan Pakai Masker (GPM), secara online di pasar Tanah Tinggi, Tangerang, Banten, Sabtu (27/6/2020).

“Sampai saat ini kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya mengenakan masker belum merata. Padahal dengan disiplin menggunakan masker, penularan Covid-19 bisa dicegah hingga 75%,” ujar Sigit Pramono, inisiator sekaligus ketua GPM dalam keterangannya.

Kesiapan pasar tradisional hadapi masa new normal. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Kesiapan pasar tradisional hadapi masa new normal. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Mereka yang terlibat dalam GPM di antaranya adalah Mustofa Bisri (Gus Mus), Goenawan Mohamad, Agus Martowardojo, Yusuf Mansur, Romo Mudji Sutrisno, Butet Kertaradjasa, Peter F Gontha, Yenny Wahid, Andy F Noya, Surya Pratomo, Eko B Supriyanto, Pandu Riono, Rosan P Roeslan, Hariyadi Sukamdani, Benny Soetrisno, Aviliani, Pradjoto, Sri Adiningsih, Erry Ryana Hardjapamekas.

GPM menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo), yang beranggotakan 9.200 pasar tradisional di seluruh Indonesia.

Program ini juga didukung penuh oleh Rumah Zakat, Yayasan Summarecon Peduli, GEMAS, dan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP).

Sigit Pramono menjelaskan target utama sosialisasi Gerakan Pakai Masker saat ini adalah para pedagang pasar dan konsumen yang berbelanja di pasar tradisional karena ada kecenderungan para pedagang di pasar-pasar tradisional tidak disiplin mengenakan masker saat beraktivitas dan berhubungan dengan banyak orang.

“Bahkan ada petugas kesehatan yang diusir dari pasar ketika hendak melakukan test Covid kepada para pedagang. Ini sangat ironis,” kata Sigit.

Akibatnya, menurut Sigit, jumlah pedagang di pasar-pasar tradisional yang terpapar terus meningkat dan dikhawatirkan akan menjadi kluster baru penularan Covid-19.

Kesiapan pasar tradisional hadapi masa new normal. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Kesiapan pasar tradisional hadapi masa new normal. Fotoilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Kesadaran mengenakan masker yang masih rendah tersebut, kata Sigit, akan berdampak pada kegiatan usaha di pasar-pasar tradisional karena konsumen akan merasa khawatir untuk berbelanja di sana.

“Belum lagi jika ditemukan pedagang yang terpapar Covid, seluruh pasar akan ditutup oleh pemerintah. Ini tentu saja merugikan pedagang dan konsumen,” tegas Sigit yang juga Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Gerakan Pakai Masker, menurut Sigit bukan saja berupa sosialisasi pentingnya memakai masker, tetapi juga diikuti pembagian masker kepada masyarakat.

“GPM merupakan gerakan yang inklusif, karena kami  membuka peluang partisipasi masyarakat, perusahaan, oraganisasi, komunitas bahkan individu untuk bersama-sama mendorong kesadaran semua pihak agar memiliki kesadaran akan pentingnya disiplin mengenakan masker dalam melakukan aktivis di ruang publik,” jelas Sigit Sigit yang juga Chairman IICD (Indonesian Institute for Corporate Directorship). 

Dengan berkolaborasi dan bersinergi, kata Sigit, upaya untuk menurunkan jumlah orang yang terpapar Covid bisa lebih efektif.

Hal yang sama dituturkan oleh Direktur Konsumer BRI, Handayani yang menyatakan pentingnya penggunaan masker untuk melindungi diri dari penularan Corona.

“Kami menyambut baik sinergi ini. Keselamatan masyarakat adalah yang utama (people’s first) sehingga kami terus mendorong para pedagang untuk selalu aware dengan protokol kesehatan yang memadai untuk keselamatan bersama,” ungkap Handayani.

Kesiapan pasar tradisional hadapi masa new normal. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Kesiapan pasar tradisional hadapi masa new normal. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Demikian juga dengan Ketua Asparindo, Joko Setiyanto. Pihaknya  menyambut baik dan mendukung inisiasi edukasi penggunaaan masker yang dilakukan GPM di pasar-pasar tradisional.

“Saat ini dengan jumlah pasar tradisonal yang kami naungi, dengan jumlah pedagang dan pembeli yang berinteraksi, maka kedisiplinan memakai masker merupakan suatu keharusan. Dengan demikian baik pedagang maupun konsumen akan merasa aman dan nyaman dalam bertransaksi di pasar,” ujarnya.

Dalam menjalankan kegiatannya, GPM juga membuka peluang donasi dan penggalangan dana bekerjasama dengan platform crowdfunding BenihBaik.com, Peduli Sehat, dan aplikasi Semua Peduli.

"Bagi semua pihak yang ingin mendukung dengan berdonasi, dapat melalui ketiga aplikasi tersebut. Dana yang terkumpul akan digunakaan untuk pengadaan masker dan Alat Pelindung Diri lainnya,” ujar Sigit. (gr)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com