Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menkumham Yasonna H. Laoly dengan didampingi Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Cahyo R Muzhar berhasil memulangkan Maria Pauline Lumowa ke Indonesia

Menkumham Yasonna H. Laoly dengan didampingi Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Cahyo R Muzhar berhasil memulangkan Maria Pauline Lumowa ke Indonesia

Menkumham Pimpin Ekstradisi Maria Pauline Lumowa dari Serbia

Kamis, 9 Juli 2020 | 08:34 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Delegasi RI yang dipimpin langsung oleh Menkumham Yasonna H. Laoly dengan didampingi Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Cahyo R Muzhar berhasil memulangkan Maria Pauline Lumowa ke Indonesia setelah buron selama hampir 17 tahun. 

Menkumham melalui Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum selaku otoritas pusat menerima penyerahan Maria Pauline Lumowa dari National Central Bureau (NCB) Interpol Serbia untuk dibawa ke Indonesia guna menghadapi proses hukum.

Adapun delegasi RI terdiri dari lintas Kementerian/Lembaga seperti Kepolisian, Kejaksaan Agung, Badan Intelijen Negara dan Kementerian Luar Negeri.

Menkumham melalui Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum selaku otoritas pusat menerima penyerahan Maria Pauline Lumowa dari National Central Bureau (NCB) Interpol Serbia untuk dibawa ke Indonesia guna menghadapi proses hukum.
Menkumham melalui Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum selaku otoritas pusat menerima penyerahan Maria Pauline Lumowa dari National Central Bureau (NCB) Interpol Serbia untuk dibawa ke Indonesia guna menghadapi proses hukum.

Penyerahan Maria Pauline Lumowa dari Serbia kepada Indonesia dilakukan melalui mekanisme ekstradisi berdasarkan permintaan Pemerintah RI kepada Pemerintah Republik Serbia yang disampaikan melalui surat Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM Nomor AHU-AH.12.01-10 tanggal 31 Juli 2019 kepada Menteri Kehakiman Serbia yang disusul dengan permintaan percepatan proses ekstradisi yang disampaikan melalui surat Nomor AHU-AH.12.01-22 tanggal 3 September 2019. 

Keberhasilan mengekstradisi Maria Pauline Lumowa tidak terlepas dari upaya pendekatan high level kepada berbagai pihak di Serbia.

Menkumham Yasonna H. Laoly dengan didampingi Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Cahyo R Muzhar berhasil memulangkan Maria Pauline Lumowa ke Indonesia
Menkumham Yasonna H. Laoly dengan didampingi Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Cahyo R Muzhar berhasil memulangkan Maria Pauline Lumowa ke Indonesia

Dalam kunjungan kemarin, Menkumham diterima oleh Presiden Serbia dan beberapa Menteri lainnya yang menyampaikan dukungan penuh terhadap ekstradisi Maria Pauline Lumowa.

Maria ditangkap oleh NCB Interpol Serbia pada tanggal 16 Juli 2019 di Bandara Internasional Nikola Tesla, Beograd, Serbia berdasarkan red notice Interpol dengan nomor kontrol A-1361/12-2003 tanggal 22 Desember 2003.

Sebagaimana diketahui, Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pembobol Bank BNI melalui L/C fiktif yang terjadi pada tahun 2003 silam dan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 1,2 triliun.

Maria melarikan diri ke Singapura pada September 2003 dan kemudian diketahui keberadaannya di Belanda pada tahun 2009. Pemerintah RI melakukan upaya pengejaran tanpa henti sejak Maria melarikan diri, termasuk menyampaikan permintaan ekstradisi kepada Pemerintah Kerajaan Belanda.

Adapun delegasi RI terdiri dari lintas Kementerian/Lembaga seperti Kepolisian, Kejaksaan Agung, Badan Intelijen Negara dan Kementerian Luar Negeri.
Adapun delegasi RI terdiri dari lintas Kementerian/Lembaga seperti Kepolisian, Kejaksaan Agung, Badan Intelijen Negara dan Kementerian Luar Negeri.

Pada saat itu, Maria yang merupakan warga negara Belanda tidak berhasil diekstradisi ke Indonesia sebab Indonesia belum memiliki perjanjian bilateral di bidang ekstradisi dengan Belanda.

Selain itu, hukum negara Belanda juga tidak mengizinkan warga negaranya diekstradisi ke negara yang belum memiliki perjanjian bilateral di bidang ekstradisi.

Upaya tanpa kenal lelah dari Pemerintah akhirnya membuahkan hasil ketika Maria Pauline Lumowa tertangkap di Serbia.

Maria Pauline Lumowa
Maria Pauline Lumowa

Setelah mengirimkan surat permintaan ekstradisi yang disusul dengan surat permintaan percepatan proses ekstradisi ditambah pendekatan high level yang dilakukan oleh Duta Besar RI untuk Republik Serbia dan Montenegro M. Chandra Widya Yudha, Pemerintah Republik Serbia mengabulkan permintaan Indonesia melalui Keputusan Menteri Kehakiman Serbia Nomor 713-01-02436/ 2019-08 tertanggal 6 April 2020.

Dikabulkannya permintaan Indonesia tersebut juga karena kedekatan histori hubungan bilateral antara RI dan Serbia yang telah terjalin sejak 66 tahun lalu.

Setelah kembali ke Indonesia, Maria Pauline Lumowa akan menghadapi proses hukum atas dugaan melakukan pelanggaran terhadap Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup. (gr)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : PR

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com