Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wiku Adisasmita, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 dalam update kinerja Satga Covid-19, Selasa sore (28/7/2020). Sumber: BSTV

Wiku Adisasmita, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 dalam update kinerja Satga Covid-19, Selasa sore (28/7/2020). Sumber: BSTV

Masyarakat Dinilai Belum Sepenuhnya Patuhi Protokol Kesehatan

Selasa, 18 Agustus 2020 | 20:14 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Satuan Tugas Covid-19 menilai masyarakat belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan dalam memutus mata rantai penularan wabah Covid-19.

Peringatan hari ulang tahun ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, pada 17 Agustus 2020 di sejumlah daerah dinilai telah disalah artikan dengan perayaan besar-besaran tidak menerapkan protokol kesehatan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, kegiatan yang tidak mengikuti protokol kesehatan, di antaranya penyelenggaraan sepeda santai yang diikuti lebih dari 3.000 peserta di Padang, Sumatera Barat, pada 16 Agustus 2020.

"Dan terlihat banyak kerumunan yang begitu dekat dan tidak menggunakan masker. Kami mohon anggota masyarakat dan pimpinan daerah agar betul-betul memperhatikan hal-hal ini agar tidak terjadi di masa yang akan datang," kata Wiku saat memberikan keterangan pers di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Kasus lainnya ada pertunjukan musik dihadiri ribuan pengunjung yang diadakan di wisata alam Jumprit, Temanggung, Jawa Tengah pada  15 Agustus 2020. Pada kegiatan ini banyak pengunjung yang tidak menggunakan masker.

Sedangkan kasus terkini adalah aksi masyarakat dari Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta.

"Dan ini terlihat kerumunan massa yang cukup besar dan terlihat sebagian ada yang menggunakan masker, sebagian tidak menggunakan masker atau maskernya digunakan dan diturunkan di dagu," lanjutnya.

Menurut Wiku, hal-hal demikian tidak mendukung apa yang telah dilakukan pemerintah dalam mencegah persebaran Covid-19. Dikhawatirkan akan muncul klaster-klaster baru.

"Apabila hal-hal demikian terus berulang, maka kluster tadi (baru) yang dipertanyakan banyak pihak, itu akan muncul. Dan ini harus kita cegah agar betul-betul kondisi aman Covid-19 di Indonesia bisa terjadi, dan masyarakat dapat melakukan kegiatan sosial ekonomi secara aman dan terkendali," ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN