Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Pemprov Jatim Dukung Program Pendidikan Vokasi Kadin Jatim

Kamis, 24 September 2020 | 07:55 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - Pemprov Jatim mendukung penerapan Program Pendidikan Vokasi sistem ganda yang dijalankan Kadin Jatim bersama Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Pemprov Jatim membutuhkan kiprah publik dalam menumbuhkan ekonomi Jatim, terutama dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa pandemi Covid-19 yang telah mengakibatkan  ekonomi Jatim di triwulan II/2020 terkontraksi 5,90%.

Kolaborasi menjadi hal yang harus dilakukan agar kinerja ekonomi bisa dikerek. Dan, program pendidikan vokasi sistem ganda tersebut bisa bekerjasama dengan Dinas terkait di lingkungan Pemprov Jatim, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

“Kita saat ini harus melakukan sharing ekonomi. Inilah sinergi, inilah kolaborasi yang harus dilakukan dan menjadi sebuah keniscayaan. Program kolaborasi antara industri, pelatihan dan vokasi adalah three in one. Untuk menyinergikan, tugas pemerintah adalah memastikan apakah program tersebut sudah nyambung dengan kebutuhan BKSP Jatim dan IHK Trier Jerman,” ucap dia pada seminar daring  Vokasi Kadin Jatim, Selasa (22/9/2020).

Dia menjelaskan, program pendidikan vokasi sistem ganda harus disesuaikan dengan seluruh potensi daerah dan kebutuhan di Jatim. Seperti bidang pertanian dan agroindustri yang selama ini menjadi penyumbang terbesar ketiga ekonomi Jatim, setelah industri pengolahan dan perdagangan.

Selain itu, juga pengelolaan wisata desa guna mendongkrak ekonomi pedesaan melalui pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Bumdes itu betul-betul bisa memanfaatkan dan mengembangkan potensi lokal. Maka SDM di desa ini harus didampingi. Harus kursuskan, diberikan referensi dan diberikan penguatan referensi potensi lokal yang mereka bisa lebih mudah beradaptasi,” tegasnya.

Di sisi lain, penerapan program vokasi juga diharapkan mampu menjangkau tenaga kerja informal yang sebaran dan jumlahnya di Jatim jauh lebih besar dibanding tenaga kerja formal. Mereka butuh improvement dan penguatan soft skill yang memungkinkan mereka bisa mampu bekerja. Mereka bisa dimotivasi sehingga memiliki skill tertentu dan bisa masuk pada pekerja formal.

Tingginya jumlah pekerja informal ini disebabkan karena banyaknya jumlah siswa SMP dan SMA yang drop out atau tidak sekolah lagi karena berbagai alasan sehingga masuk ada pekerja informal. Tetapi tidak menutup kemungkinan ketika mereka diberi keahlian seperti yang dikatakan pak andreas, maka mereka akan bisa bergerak menjadi pekerja formal.

“Misal melalui kejar paket, ini sudah kami koordinasikan dengan dinas terkait hingga presiden, agar bisa menaikkan derajat kualitas SDM di Jatim,” tegasnya.

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto Foto:Istimewa
Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto Foto:Istimewa

Sementara Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto mengatakan Kadin Jatim dan Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jatim telah bekerjasama dengan IHK Trier sejak empat hingga 5 tahun yang lalu. Namun baru fokus menggarap peningkatan SDM melalui penerapan pendidikan vokasi sistem ganda sekitar 2 tahun yang lalu. Pihaknya berupaya meningkatkan SDM yang kompeten di bidangnya.

Dalam hal pemagangan ini, kalau tidak disiapkan dengan matang akan menyulitkan dan menjadi beban pengusaha tetapi kalau disiapkan dengan baik dan terstruktur justru akan memberikan manfaat besar bagi industri.

“Untuk itu, kami mohon program ini bisa dikolaborasikan dengan Pemprov Jatim, baik dengan Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” kata Adik.

Perwakilan IHK Trier Jerman, Andreas Gosche menambahkan, penerapan pendidikan vokasi sistem ganda menjadi salah satu solusi bagi anak muda yang hanya mampu menyelesaikan Sekolah Menengah Kejuruan dan tidak mampu secara finansial untuk kuliah di Universitas.

Sebab, dengan perubahan sistem pendidikan kejuruan yang dilakukan akan berdampak pada peningkatan skill atau keahlian sehingga mereka bisa dengan mudah diterima bekerja di perusahaan dan tidak menjadi pengangguran.

“Kami sangat yakin telah mengembangkan sistem pendidikan yang benar, terstruktur dan terpadu. Karena hasil pendidikan kejuruan seperti itu terbukti mampu menciptakan manfaat. Manfaat untuk anak muda karena bisa diberikan masa depan sebab dengan keterampilan yang dimiliki mereka bisa mendapatkan pekerjaan. Manfaat untuk pengusaha karena daya saing menjadi lebih tinggi,’’ tutur Gosche.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN