Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Soesatyo: Paska Perombakan Belum Penuhi Zaken Kabinet

Rabu, 19 Oktober 2011 | 13:25 WIB
Antara

JAKARTA- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo menilai, postur Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II paska perombakan belum memenuhi kriteria zaken kabinet.

"Bagaimana mau bicara soal penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, realitasnya menteri yang terindikasi korupsi pun tetap dipertahankan," kata Bambang Soesatyo, di Jakarta, Rabu  (19/10).

Menurut dia, formasi kabinet saat ini lebih mencerminkan pada keinginan Presiden Yudhoyono untuk menjaga keseimbangan kekuasaannya.

Anggota Komisi III DPR RI ini menilai, publik menjadi kecewa karena Presiden Yudhoyono tidak membangun harapan baru melalui perombakan kabinet.

Mencermati komposisi kabinet paska perombakan, Bambang Soesatyo menilai, ia merasa khawatir kinerja pemerintahan menjadi semakin menurun, karena adanya belasan wakil menteri tanpa uraian tugas yang tegas dan jelas.

"Saya memperkirakan akan terjadi disharmoni di sejumlah kementerian, dan disharmoni itulah yang menjadi sumber atau penyebab utama menurunnya efektivitas pemerintahan hingga 2014," katanya.

Menurut dia, sosok wakil menteri yang berasal dari luar kementerian bersangkutan bisa menjadi faktor yang menumbuhkan kecemburuan internal.

Sedangkan faktor ketidakjelasan wewenang dan uraian tugas wakil menteri, kata dia, bisa mendorong Sekretaris Jenderal (Sekjen), para direktur jenderal (Dirjen), dan inspektur Jenderal (Irjen) tidak mengindahkan keberadaan wakil menteri.

"Kondisi kementerian akan semakin parah kalau terjadi rivalitas antara menteri dan wakil menteri, atau antara Sekjen sebagai orang nomor dua kementerian dengan wakil menteri yang akan selalu dilihat sebagai orang luar," katanya.

Menurut Bambang, karena tidak berkaraker zaken kabinet, tidak realistis mengharapkannya lebih produktif dan mampu meminimalisir dampak ancaman krisis ekonomi global.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN