Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pimpinan Forum Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Pimpinan Forum Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Polisi: Ada Potensi Penetapan Tersangka Kasus Kerumunan Riziq Shihab

Jumat, 27 November 2020 | 06:02 WIB
Investor Daily

BANDUNG, investor.id – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Pol CH Patoppoi mengatakan ada potensi penetapan tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada kerumunan Rizieq Shihab di Bogor, usai perkara itu dinaikkan ke tahap penyidikan.

"Penyidik akan melakukan penyidikan, akan memberitahu kejaksaan, dan berproses sampai nantinya kegiatan gelar penetapan tersangka," kata Patoppoi di Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/11).

Adapun, kata dia, pihak yang berpotensi ditetapkan sebagai tersangka itu yakni pihak penyelenggara kegiatan, bahkan juga pemilik lokasi Pondok Pesantren Alam Agrikultural Markaz Syariah DPP FPI.

"Kemungkinan yang mela kukan pidana, istilahnya potensi suspect (tersangka) itu penyelenggara, atau mungkin berdasarkan alat bukti mungkin bisa ke pemilik atau pendiri pondok pesantren (jadi tersangka)," katanya.

Adapun kegiatan Rizieq Shihab itu berlangsung di Pondok Pesantren Alam Agrikultural Markaz Syariah DPP FPI, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat (13/12) lalu.

Kegiatan itu berlangsung dengan berkerumunnya warga pada saat kedatangan Rizieq Shihab. Dia juga menyebut pemilik pondok pesantren itu didugaadalah Rizieq Shihab itu sendiri.

Berdasarkan penyelidikan, menurutnya Rizieq Shihab telah mendirikan pondok pesantren itu sejak 2012 silam.

"Kita ditemukan diduga bahwa pemilik pondok pesantren itu adalah HMR (Rizieq Shihab), yang didirikan sejak tahun 2012. Upaya imbauan oleh Satgas Covid- 19 tidak dipatuhi, jadi kegiatan tetap berlangsung," katanya.

Meski begitu, ia pun menyebut bahwa pondok pesantren diperbolehkan beroperasi di Bogor. Namun berdasarkan atur an Bupati Bogor, pondok pe santren tidak diperbolehkan menerima kunjungan.

Selain itu, menurut Patoppoi kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 3.000 orang sehingga diduga kegiatan tersebut melanggar aturan protokol kesehatan dalam rangka penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Bogor. Padahal, menurutnya aturan dari Bupati Bogor mewajibkan kegiatan harus dibatasi jumlah pengunjungnya maksimal 50% dari total kapasitas atau maksimal sebanyak 150 orang.

Dalam kasus ini, polisi menggunakan Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular, Pasal 93 Undangundang Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan, dan Pasal 216 KUHPidana.

Sementara itu, pimpinan FPI Rizieq Shihab dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Bogor. Rizieq Shihab dirawat setelah melakukan general medical check up dan tidak ingin dijenguk.

"Habib Rizieq saat ini tengah menjalani general medical check up secara menyeluruh. Sehingga harus dilakukan observasi total di salah satu rumah sakit di Kota Bogor," kata Wali Kota Bogor Bima Arya dalam keterangannya di Balai Kota Bogor, Kamis (26/11).

Naik ke Penyidikan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menyebutkan pihaknya menemukan ada unsur pidana sehingga menaikkan status kasus kerumunan Rizieq Shihab di Petamburan dari penyelidikan ke penyidikan.

"Update kerumunan Petamburan, masih analisa evaluasi oleh teman-teman penyidik, semua bukti dikumpulkan. Tadi pagi sudah dilakukan gelar perkara oleh tim penyelidik," ujar Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Kamis (26/11) .

Ia menyebutkan dari hasil gelar perkara sudah dianggap cukup untuk dinaikkan kasusnya ke tingkat penyidikan. Saat ini kara Yusri penyidik sedang mengumpulkan semua alat-alat bukti dan keterangan saksi, maupun bukti petunjuk surat un tuk tindak lanjut yang akan dilakukan penyidik. (b1/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN