Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kampus UPH menyambut mahasiswa baru. Foto: IST

Kampus UPH menyambut mahasiswa baru. Foto: IST

Prodi Desain Produk UPH Hadirkan Temaninklusi Permudah Proses Belajar ABK

Sabtu, 12 Desember 2020 | 21:09 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

Jakarta - Program studi (prodi) Desain Produk Universitas Pelita Harapan (UPH) menghadirkan website aplikasi berupa Temaninklusi.id. Website ini merupakan inovasi pembelajaran dan teknologi bantu atau asistif untuk mempermudah proses belajar mahasiswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), terutama pada Autistic Spectrum Disorder (ASD).

Ketua Program Studi Desain Produk Devanny Gumulya SSn MSc menjelaskan, website aplikasi tersebut hadir berkat bantuan dana dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen DIKTI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang diterima pada Oktober 2020. Dana tersebut merupakan skema tiga atau pada universitas yang belum memiliki mahasiswa berkebutuhan khusus namun memiliki komitmen untuk menciptakan pembelajaran dan layanan inklusif. Skema yang diajukan adalah skema ketiga, karena UPH belum secara resmi mendata mahasiswa berkebutuhan khusus dan belum menerapkan teknologi bantu secara khusus.

Devanny menambahkan UPH adalah institusi pendidikan yang senantiasa berkomitmen untuk memberikan porsi pendidikan yang sama bagi mahasiswa dengan beragam kemampuan, terutama di tengah situasi pandemic ini dengan memberikan inovasi teknologi pembelajaran. Dari hal tersebut, pihaknya akhirnya melihat adanya kebutuhan sebuah solusi atau alat bantu dalam memecahkan masalah pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dialami oleh para mahasiswa berkebutuhan khusus. “Terutama masalah PJJ yang dialami oleh mahasiswa ASD,” ungkap Devanny melalui zoom, Sabtu (12/12).

Masih menurut Devanny, website aplikasi yang menjadi tugas akhir mahasiswa UPH Kristian Harijadi dikembangkan dalam waktu yang cukup relatif singkat, yaitu sejak mendapatkan dana hibah pada Oktober hingga Desember 2020. Meskipun singkat, website aplikasi tersebut dibuat berdasarkan riset yang matang untuk menjawab kebutuhan dan permasalahan para mahasiswa ASD level 1 atau ringan dalam PJJ. Dengan melibatkan sembilan ASD tengah mengenyam pendidikan di sejumlah universitas di Indonesia, serta lima dosen yang mengajar para mahasiswa tersebut.

Dari riset tersebut, lanjut Devanny, ditemukan bahwa setiap mahasiswa ASD memiliki kesulitan dan cara belajar masing-masing. Mereka juga memiliki kesulitan mengerti hal-hal abstrak. Namun, dibalik itu, mereka memiliki semangat belajar dan kemauan untuk mau mengerti pelajaran. Sayangnya, perubahan sistem pendidikan menjadi daring membat mahasiswa ASD menjadi kesulitan karena hanya sedikit website yang ramah ASD. Kemudian muncul ide untuk membuat sebuah website aplikasi dapat membantu mahasiswa ASD level 1 dalam aspek akademis maupun non-akademis dengan mengangkat sistem Picture Exchange Communication System (PECS) yang dibuat menjadi lebih kompleks.

“Sistem PECS ini menjadi semacam flash card. Alat bantu komunikasi Autistic Spectrum Disorder (ASD) ini sebenarnya sudah banyak diaplikasikan di terapi, tapi belum pernah dikembangkan lebih lanjut sebagai media belajar di jenjang sekolah tinggi. Kami berharap ke depannya sistem ini bisa dipakai secara umum, selain untuk mahasiswa UPH,” tutup Devanny.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com