Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Budi Gunadi Sadikin. Foto: IST

Budi Gunadi Sadikin. Foto: IST

Pemerintah Buka Peluang Vaksinasi Mandiri Sepanjang Sesuai Prinsip

Kamis, 21 Januari 2021 | 13:26 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Pemerintah tengah mengkaji untuk perusahaan bisa melakukan program vaksinasi Covid-19 secara mandiri bagi para pegawainya. Hal ini guna mempercepat program vaksinasi untuk mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa vaksinasi bukan produk individualis untuk melindungi diri sendiri, tetapi vaksinasi merupakan produk yang sangat sosialis. Pasalnya vaksin untuk menciptakan kekebalan kelompok atau 70% herd immunity.

“Karena saya yakin para CEO pasti ingin dapat akses lebih dulu dan Anda mampu untuk dapat itu (vaksin). Tapi tolong dipikirkan seluruh rakyat Indonesia, karena nggak ada gunanya juga kalau kita disuntik yang lainnya tidak.  Vaksin bukan hanya melindungi diri sendiri tapi untuk melindungi keluarga kita, tetangga kita dan melindungi seluruh rakyat Indonesia dan melindungi seluruh umat manusia di seluruh dunia," kata Budi dalam webinar di Jakarta, Kamis (21/1).

Ia mengatakan bahwa vaksinasi mandiri ini akan memudahkan proses yang cepat dan tidak boleh vaksin diakses oleh golongan tertentu saja.  Akan tetapi ia mengingatkan bahwa vaksin corona bertujuan untuk melindungi diri sendiri dan orang sekitar, termasuk negara dan dunia.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memberikan vaksin secara gratis kepada masyarakat. Serta mekanisme vaksinasi ini terbuka lebar dan transparan.

“Kalau teman-teman (CEO) yang ingin membantu boleh. Tapi harus dipahami ketiga prinsip itu tadi. Ini sifatnya berlaku bagi semua rakyat harus terjadi di semua rakyat, tidak bisa sekelompok saja sebab gak ada gunanya.  Jadi apapun mekanismenya tadi, saya terbuka. Asal itu secepat-cepatnya sebanyak-banyak, semurah-murahnya untuk rakyat Indonesia,”ungkapnya.

Adapun tahapan vaksinasi pertama yaitu tenaga kesehatan sebanyak 1,4 juta. Rencananya Januari hingga Februari untuk tenaga kesehatan. Lalu bulan Maret dan April masuk untuk para pekerja yang sebanyak 17 juta. Untuk lanjut usia (Lansia) akan dilakukan pada bulan Mei hingga Juli sebanyak 25 juta.

“Jadi mohon pengertiannya Bapak/Ibu kita akan melakukan penyuntikan untuk publik di akhir April dan Mei. Tolong juga dipahami dan di-share ke teman-teman bahwa dijaga tahapannya. Kalau kita mau loncat, tolong pikirkan dampaknya ke teman-teman yang lain,”tuturnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN