Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito

BPOM Telah Keluarkan Izin EUA untuk Bio Farma Memproduksi Vaksin

Jumat, 19 Februari 2021 | 09:35 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menjamin ketersediaan vaksin tahap II akan tercukupi. Sebab Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) telah menerbitkan izin darurat vaksin atau Emergency Use of Authorization (EUA) kepada PT Bio Farma untuk memproduksi vaksin. Diketahui, vaksin tahap II akan menggunakan vaksin Sinovac yang diproduksi oleh PT Bio Farma.

"EUA yang diterbitkan Badan POM ini merupakan upaya untuk memastikan aspek keamanan, mutu dan khasiat dari vaksin, sekaligus upaya mengakselerasi program vaksinasi tahap kedua," Prof  Wiku  dalam siaran pers diterima Beritasatu.com, Jumat (19/2/2021).

Indonesia resmi memulai program vaksinasi tahap II yang ditandai dengan vaksinasi bagi para pedagang di pasar Tanah Abang, Jakarta. Total sasaran mencapai 38.513 446 orang yang ditargetkan selesai pada Mei 2021 mendatang.

Kepala BPOM Penny K Lukito berikan sertifikat izin kepada Dirut Bio Farma Honesti Basyir terkait produksi vaksin, Selasa (16/2/2021). Sumber: BSTV
Kepala BPOM Penny K Lukito berikan sertifikat izin kepada Dirut Bio Farma Honesti Basyir terkait produksi vaksin, Selasa (16/2/2021). Sumber: BSTV

Sasaran penerima vaksin tahap II  diperuntukkan bagi warga lanjut usia (lansia) dan petugas pelayanan publik seperti tenaga pendidik, tokoh agama, aparatur  sipil negara, tenaga keamanan, pelaku pariwisata, pekerja sektor transportasi publik, atlet, serta wartawan dan pekerja media.

Prof Wiku menambahkan, untuk mencukupi kebutuhan vaksin, pemerintah saat ini sedang bekerja keras menyediakan vaksin dengan jumlah sesuai kebutuhan. Hal ini sebagai komitmen pemerintah melindungi masyarakat dan upaya mempercepat terbentuknya kekebalan komunitas atau herd immunity. Sebagaimana diketahui juga, saat ini vaksin Sinovac hanyalah satu dari berbagai vaksin yang sedang diusahakan pemerintah.

Sementara untuk program vaksinasi tahap 1 dengan sasaran tenaga kesehatan, hingga 17 Februari 2021 perkembangannya sudah mencapai total 1.149.939 tenaga kesehatan yang sudah menerima vaksin dari target 1,4 juta orang.

Agar target sasaran tercapai,  Prof Wiku meminta para tenaga kesehatan yang belum menerima vaksin untuk turut serta berpartisipasi aktif.

 "Hal ini bertujuan untuk meningkatkan perlindungan dan mencegah terjadinya penularan antara pasien dan tenaga kesehatan saat bertugas," ujar Prof  Wiku.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN