Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vaksinator melakukan vaksinasi Covid-19 dosis kedua kepada tenaga kesehatan yang bertugas di RS Jatisampurna, Bekas.  Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Vaksinator melakukan vaksinasi Covid-19 dosis kedua kepada tenaga kesehatan yang bertugas di RS Jatisampurna, Bekas. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

FK UI -Oxford University Kerja Sama Uji Klinis Recovery Covid-19

Jumat, 19 Februari 2021 | 14:10 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id - Fakultas Kedokteran Universitas  Indonesia (FK) UI turut andil dalam uji klinis perawatan Covid-19 terbesar di dunia.  Adapun  studi yang dimaksud adalah penelitian  the randomised evaluation of Covid-19 therapy atau yang disebut studi Recovery.

Kepala Studi Recovery FK UI,  dr Erni Juwita Nelwan mengatakan,  pelaksanaan studi recovery di Indonesia merupakan salah satu hasil dari kemitraan yang sudah terjalin lama antara FKUI dan Oxford University, serta dukungan dari berbagai mitra penelitian dan rumah sakit di Indonesia. Universities of Indonesia and Oxford Clinical Research Laboratory (IOCRL),

Dokter Erni mengatakan, terlibat dalam  penelitian ini karena sejak awal pandemi,  pengobatan Covid-19 masih menjadi tantangan. Sebab belum ada pengobatan  yang benar-benar terbukti efektif. Atas latar belakang, maka hadirnya  studi Recovery menggunakan obat-obat yang sudah ada saat ini. Namun, obat-obat tersebut fungsinya diperluas berdasarkan pengetahuan dari laboratorium.

“Jadi penelitian ini bersifat pragmatis dan adaptif  sehingga pada pelaksanaanya  banyak membenahi layanan kesehatan yang ikut dalam  penelitian  dan juga pada saat bersama bisa merekrut  pasien dalam jumlah yang besar,”kata dr Erni  pada pada acara diskusi virtual tentang Uji Acak Evaluasi Terapi Covid-19 atau The Randomised Evaluation of Covid -19 Therapy yang disebut studi Recovery oleh Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI), Jumat (19/2/2021

Dokter Erni menyebutkan, penelitian studi Recovery pertama  kali dilaksanakan di Inggris pada Maret 2020 untuk mengevaluasi pengobatan mana yang paling efektif untuk melawan Covid-19. Studi ini telah memberikan rekomendasi yang sudah mengubah perawatan klinis, termasuk temuan bahwa steroid dengan harga terjangkau, deksametason, dan pengobatan anti-inflamasi, tocilizumab, secara signifikan mengurangi risiko kematian ketika diberikan kepada pasien rawat inap dengan Covid-19 berat.

“Rekomendasi ini kemudian digunakan pada praktik klinis di seluruh dunia untuk membantu menyelamatkan nyawa pasien dan memprioritaskan sumber daya perawatan kesehatan,”paparnya.

Dokter Erni menyebutkan, studi recovery yang dilaksanakan di Inggris sebelumnya telah membantu Indonesia untuk merencanakan sumber dayanya lebih efektif.  Misalnya, klorokuin/hidroksiklorokuin tidak lagi direkomendasikan untuk mengobati Covid-19  dan obat deksametason telah masuk dalam rekomendasi pengobatan Covid-19 di  rumah sakit di Indonesia.

“Di Indonesia, studi akan diawali dengan mengevaluasi penggunaan aspirin dan kolkisin, karena obat ini sudah tersedia dan terjangkau, namun seperti pelaksanaan studi  recovery di Inggris, uji coba ini bersifat adaptif dan obat baru akan ditambahkan seiring waktu,”ujarnya.

Sejauh ini, kata dokter Erni,  telah ada  fasilitas pendukung uji klinik bersama di Jakarta yang juga merupakan hasil dari kemitraan  dari  Universities of Indonesia and Oxford Clinical Research Laboratory (IOCRL), serta dukungan dari berbagai mitra penelitian dan rumah sakit di Indonesia.Dua lembaga tersebut, membantu proses pelaksanaan dan koordinasi studi ini di Indonesia.

Sementara itu, rumah sakit pertama yang bergabung dengan studi Recovery di Indonesia adalah RS Metropolitan Medical Centre (MMC) Jakarta, RS Martha Friska Medan, dan RS Hasan Sadikin Bandung, dan beberapa rumah sakit lainnya akan segera bergabung. Di Indonesia, studi akan diawali dengan mengevaluasi penggunaan aspirin dan kolkisin, karena obat ini sudah tersedia dan terjangkau, namun seperti pelaksanaan studi Recovery di Inggris, uji coba ini bersifat adaptif dan obat baru akan ditambahkan seiring waktu.

Sementara itu, Prof. Peter Horby, dari Emerging Infectious Diseases dan Global Health di Nuffield Department of Medicine, University of Oxford mengatakan, studi Recovery dinilai memiliki pencapaian yang luar biasa, dengan melibatkan lebih dari 35.000 pasien di Inggris dan memberikan rekomendasi yang akurat pada tempat perawatan.

“Dengan pencapaian ini, kami yakin melalui kemitraan internasional, kami dapat mempercepat evaluasi perawatan-perawatan baru untuk meningkatkan relevansi global dari hasil uji coba, membangun kapasitas, dan mengurangi upaya yang sia-sia pada studi kecil yang tidak informatif,”ucapnya.

Rektor UI  Prof Ari Kuncoro memberikan apresiasi keterlibatan para peneliti dari FKUI dalam dalam uji klinis Recovery  di Indonesia.  Ia menuturkan, sejak awal Covid-19 muncul di Indonesia, UI secara aktif terlibat dalam berbagai penelitian, medis, dan sosial. UI juga berkolaborasi dengan banyak pihak, di dalam maupun di luar negeri, termasuk dengan University of Oxford.

“Kami berharap melalui kontribusi ini dan dukungan dari masyarakat Indonesia, UI bisa mendukung percepatan pemulihan kondisi Indonesia,”ucapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN