Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deretan tempat tidur di ruang rawat sementara khusus pasien Covid-19 Rumah Sakit Siloam. Foto ilustrasi: IST

Deretan tempat tidur di ruang rawat sementara khusus pasien Covid-19 Rumah Sakit Siloam. Foto ilustrasi: IST

Tingkat Keterisian TT Isolasi di Jakarta Jadi 66%

Selasa, 23 Februari 2021 | 06:40 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id  - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta sudah mulai membuahkan hasil. Salah satu buktinya adalah bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian, baik itu tempat tidur isolasi maupun ICU di Rumah Sakit rujukan terus mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

"Ada penurunan yang cukup signifikan pada keterisian tempat tidur isolasi di mana per tanggal 5 Februari 2021 berada di angka 72 persen, dan turun pada 21 Februari 2021 di angka 66 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, Senin (22/2/2021).

Pada 5 Februari lalu, kapasitas tempat tidur isolasi di RS rujukan sebanyak 8.259 tempat tidur. Dari jumlah tersebut, kata Widyastuti, terisi 5.921 tempat tidur atau 72%. Namun pada 21 Februari, BOR tempat tidur isolasi menurun di mana kapasitas tempat tidur ditambah menjadi 8321 tempat tidur dan terisi 5461 tempat tidur atau 66% dari kapasitas yang ada.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti

“Sementara itu kapasitas ICU juga mengalami penurunan, yakni per tanggal 5 Februari 2021 kapasitas ICU kita sebesar 1133 dan terisi 842 atau 74%, dan pada 21 Februari 2021 kapasitas ICU sebesar 1156, terisi 817 atau 71%," ungkap Widyastuti.

Widyastuti mengatakan penurunan BOR tempat tidur isolasi dan ICU ini sejalan dengan dengan penurunan kasus aktif di Jakarta. Menurut dia, penurunan BOR menunjukkan treatment Pemprov DKI Jakarta mulai efektif.

"Hal ini menunjukkan bahwa treatment dan langkah Pemprov DKI untuk terus menambah kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU sangat efektif meningkatkan tingkat kesembuhan pasien sehingga berdampak pada berkurangnya BOR," pungkas Widyastuti.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN