Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jubir Penanganan Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Jubir Penanganan Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Kemkes Belum Masukkan Hasil Tes Antigen ke Laporan Nasional

Jumat, 5 Maret 2021 | 14:31 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id   – Kementerian Kesehatan (Kemkes) sampai saat ini belum memasukkan data swab antigen sebagai laporan harian perkembangan kasus Covid-19. Sejauh ini, Kemkes masih berpatokan kepada data hasil tes polymerase chain reaction (PCR) untuk melaporkan jumlah kasus Covid-19 secara nasional.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (5/3/2021).

“Iya, belum ada,” kata Nadia secara singkat.

Nadia enggan menjelaskan lebih lanjut perihal kesiapan Kemkes untuk memasukkan data tes antigen ke dalam laporan harian kasus Covid-19. Dia hanya meminta agar menunggu perkembangan lewat situs Kemkes.

Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sejak pertengahan Februari sudah mengumumkan salah satu strategi Kemkes untuk mempercepat pelacakan kasus terkonfirmasi Covid-19 adalah memasukkan data tes rapid antigen. Menkes menyebut prosesnya sedang disiapkan dan sedang dilakukan uji coba.

“Sekarang sistem kita sudah siapkan dan sedang dites. Kami harapkan di minggu ini sudah selesai sehingga hasil dari tes antigen bisa masuk ke laporan harian,” kata Menkes saat memberi keterangan pers mengenai "Positivity Rate" secara daring, Rabu (17/2/2021).

Sebagaimana diketahui, pemerintah menetapkan kasus terkonfirmasi atau positif Covid-19 menggunakan hasil tes PCR, sehingga banyak kasus orang tanpa gejala (OTG) yang sulit dilacak. Pasalnya, yang melakukan tes PCR pada umumnya adalah pasien bergejala.

Oleh karena itu, untuk mempercepat 3T yakni testing, tracing, dan treatment, Kemkes memutuskan menggunakan hasil tes antigen untuk mengkonfirmasi kasus positif Covid-19.

Menkes berpendapat penggunaan rapid antigen akan mempercepat dan memperbanyak deteksi kasus positif, sehingga lebih cepat diketahui apakah seseorang terpapar Covid-19 atau tidak. Menkes menyatakan semakin luasnya target pemeriksaan maka diharapkan positivity rate yang ada bisa lebih menggambarkan keadaan sesungguhnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN