Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (15/3/2021).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (15/3/2021).

Indonesia Siap Beli 426 Juta Dosis Vaksin

Senin, 15 Maret 2021 | 22:19 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id   – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan Indonesia siap membeli 426 juta dosis vaksin untuk kebutuhan seluruh warga. Dari target 426 juta tersebut, sebanyak 275 juta vaksin sudah terkonfirmasi positif baik dari sisi harga dan jadwal pengiriman.

“Mengapa sisanya belum kita konfirmasi jadwal pengirimannya dan belum pembayaran DP (down payment)? Karena kita masih menunggu vaksin gratis dari GAVI, saat ini sudah dapat 11,7 juta,” kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (15/3/2021).

Menkes mengatakan ketersediaan vaksin khususnya untuk semester 1 tahun 2021 sangat sulit karena semua negara berebut untuk mendapatkan vaksin. Namun, ujarnya, Indonesia beruntung bisa mendapatkan 80 juta dosis vaksin pada semester 1.

“Sisanya memang jadwalnya masih sampai Maret 2021,” kata Budi.

Menkes menjelaskan Indonesia sejauh ini berhasil mengamankan total 11.704.800 vaksin multilateral dari skema Covax. Vaksin teresebut akan tiba dalam beberapa tahap yaitu sebanyak 1.113.600 yang sudah tiba 8 Maret, lalu akan tiba lagi sebanyak 2.536.800 vaksin pada 22 Maret. Selanjutnya, pada 22 April akan tiba sebanyak 7.855.200 vaksin dan bulan Mei akan datang lagi sebanyak 199.200.

“Info terakhir (vaksin Covax) bisa naik sampai 54 juta, malah bisa menjadi 108 juta. Jadi kalau kita bisa mendapatkan semaksimal mungkin yang gratis maka kita tidak usah membeli vaksin bilateral,” kata Budi.

Menkes mengatakan vaksin Gotong Royong akan mempercepat skema pengadaan vaksin. Pemerintah juga sudah mengeluarkan peraturan menteri kesehatan (Permenkes) Nomor 10/2021 terkait vaksin Gotong Royong.

“Vaksin ini rebutan di seluruh dunia, kok dapat sedikit? Karena memang semester 1 sulit sekali mendapatkan vaksin. Australia baru mulai, Jepang baru mulai, Thailand baru mulai tapi tidak jadi, Filipina juga baru mulai, dan Malaysia masih menunggu,” kata Budi.

Terkait laju vaksinasi, menkes menargetkan pada Juli-Desember, proses vaksinasi akan digelar masif sampai 1 juta suntikan/hari. Berdasarkan target yang disusun menkes, pasokan vaksin pada Juli-Desember akan mencapai 250 juta dosis. Artinya, dalam kurun waktu 6 bulan tersebut, laju vaksinasi bisa mencapai 1 juta-1,5 juta orang per hari.

“Beratnya itu pada Juli-Desember karena 75% vaksin kita baru datang bulan-bulan itu, sehingga kita perlu meningkatkan kapasitas vaksinasi,” ujar Budi.

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN