Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (15/3/2021).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (15/3/2021).

Khawatir Kedaluwarsa, Menkes Harapkan WHO Segera Pastikan Keamanan AstraZeneca

Senin, 15 Maret 2021 | 20:43 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id  – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berharap Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) secepatnya memastikan keamanan vaksin AstraZeneca setelah munculnya laporan terkait reaksi pembekuan darah pada penerima vaksin tersebut. Pasalnya, vaksin yang diterima Indonesia dari jalur multilateral itu memiliki batas waktu kedaluwarsa sampai akhir Mei 2021.

“Mudah-mudahan segera keluar karena AstraZeneca ada expired period di akhir Mei,” kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (15/3/2021).

Menkes mengakui beberapa negara di Eropa mengamati terjadinya gangguan darah kepada penerima vaksin AstraZeneca sehingga menghentikan penggunaannya.

“Sampai sekarang berita yang kami terima dari WHO, mereka masih meneliti. Kita juga belum menerima dari MHRA (Medicines & Healthcare products Regulatory Agency) dan European Medicines Agency bahwa mereka sampai sekarang belum mengonfirmasi apakah ada korelasi dengan vaksin atau tidak,” kata Menkes Budi, merujuk dua otoritas pengawas obat dan makanan (BPOM) di Inggris dan Uni Eropa.

Menurut Menkes, MHRA (BPOM Inggris) menyatakan kejadian pembekuan darah bukan karena vaksin tapi yang bersangkutan mengalami kejadian itu sendiri di luar vaksinasi. “Namun, BPOM menunda implementasi AstraZeneca sambil menunggu konfirmasi dari AstraZeneca,” lanjutnya.

Menkes menambahkan vaksin AstraZeneca memiliki platform vaksin yang berbeda dari vaksin buatan Sinovac. AstraZeneca, yang dikembangkan oleh Univeritas Oxford Inggris, memakai platform dari virus flu biasa (dikenal sebagai adenovirus) dari simpanse. 

Menkes menyebut rentang waktu penyuntikan vaksin AstraZeneca juga lebih panjang, yaitu ada yang sampai 9-12 minggu. “Suntik pertama dan kedua rentang panjang karena rezim berbeda, tapi masalah logistiknya sama,” kata Budi.

Dalam raker dengan Komisi IX tersebut, BPOM mengumumkan penundaan implementasi vaksin AstraZeneca sambil menunggu konfirmasi dari WHO dan The Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) terkait keamanan vaksin.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan pihaknya telah memiliki dossier (berkas) dari WHO terkait vaksin AstraZeneca, sehingga bisa mengetahui sampai masalah keamanan vaksin tersebut. Selain itu, Penny menegaskan nomor batch AstraZeneca yang ditangguhkan penggunaannya di sejumlah negara Uni Eropa (UE) berbeda dengan nomor batch AstraZeneca yang masuk ke Indonesia lewat jalur multilateral.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN