Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perempuan Pengumpul Plastik_Ahmad Syukron_Asset Owned by OPPA

Perempuan Pengumpul Plastik_Ahmad Syukron_Asset Owned by OPPA

Pengumpulan Sampah Sektor Informal Tidak Transparan

Minggu, 18 April 2021 | 06:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Terdapat satu tantangan dalam pengumpulan sampah oleh sektor informal. Aktivitas sektor informal seringkali tidak transparan, sehingga menjadi hambatan besar bagi pendaur ulang dan perusahaan untuk memastikan praktik kerja mereka dilakukan secara etis di seluruh rantai pasokan.

Untuk itu, The National Plastic Action Partnership (NPAP) Indonesia bekerjasama dengan UpLink dan the Ocean Plastic Prevention Accelerator (OPPA) meluncurkan the Informal Plastic Collection Innovation Challenge. Kompetisi inovasi ini ditujukan untuk mencari solusi untuk meningkatkan pengintegrasian pekerja sektor informal di bidang pengelolaan sampah.

Pendaftaran dibuka hingga 2 Mei 2021. Kompetisi inovasi ini mengajak organisasi untuk menghasilkan solusi guna meningkatkan efektivitas pengumpulan sampah dengan meningkatkan transparansi, kapasitas, dan peran pekerja sektor informal.

Antara Pejuang Kehidupan dan Pahlawan Lingkungan_Achmad Fazeri
Antara Pejuang Kehidupan dan Pahlawan Lingkungan_Achmad Fazeri

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan akan mengambil tindakan tegas di setiap tingkatan dan di setiap sektor di Indonesia untuk melakukan transformasi yang diperlukan untuk mencapai zero-plastic-pollution di Indonesia.

“Kami tidak akan membiarkan krisis penanganan sampah plastik terus berkembang; sebaliknya, kami mengambil tindakan tegas di setiap tingkatan dan di setiap sektor di Indonesia untuk melakukan transformasi yang diperlukan untuk mencapai zero-plastic-pollution di Indonesia,” ungkapnya dalam keterangan pers diterima Sabtu (17/4).

Luhut Pandjaitan saat memberikan keynote speech pada konferensi minyak sawit terbesar dunia IPOC (Indonesian Palm Oil Conference) 2020 yang diselenggarakan secara virtual,
Kamis (3/12).
Luhut Pandjaitan

Sri Indrastuti Hadiputranto, Ketua NPAP Indonesia, menjelaskan The Informal Plastic Collection Innovation Challenge bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengumpulan sampah dari sektor informal yang telah memainkan peran penting dalam infrastruktur pengelolaan sampah di Indonesia.

“Kontribusi besar sektor informal untuk mencegah pencemaran plastik belum banyak diakui dan para pemulung sering bekerja dengan bayaran rendah dalam kondisi yang tidak aman, oleh karena itu, penting bagi kita untuk menemukan solusi untuk meningkatkan kinerja serta kesejahteraan pelaku sektor informal,” kata Sri.

Lebih lanjut Sri mengatakan The Informal Plastic Collection Innovation Challenge memiliki tiga area fokus, yaitu pertama Rantai pasokan, pengukuran, dan segmentasi yang lebih baik. Kedua, akses yang lebih baik pada pengetahuan dan keterampilan digital bagi pekerja sampah informal.

Terakhir, visibilitas sektor informal yang lebih baik. Dengan menghasilkan solusi yang menargetkan area-area utama ini, kompetisi inovasi tersebut dapat membantu meningkatkan tingkat pengumpulan sampah plastik di Indonesia dengan meningkatkan kapasitas sektor informal, yang ada akhirnya meningkatkan laju daur ulang plastik di Indonesia.

Kelompok Pemulung_Syafi_asset owned by OPPA
Kelompok Pemulung_Syafi_asset owned by OPPA

Sementara itu, Direktur Global Plastic Action Partnership di Forum Ekonomi Dunia Kristin Hughes menjelaskan melalui the Informal Plastic Collection Innovation Challenge, pihaknya berharap dapat memberikan penghargaan kepada solusi yang dapat meningkatkan efektivitas pengumpulan sampah dengan meningkatkan transparansi, kapasitas dan peran sektor informal serta dengan memfasilitasi peluang kerja yang layak bagi pekerja informal.

Pengumpulan sampah yang lebih baik mampu meningkatkan jumlah sampah plastik yang masuk ke fasilitas daur ulang dan mencegahnya mencemari lingkungan, yang membahayakan kesehatan manusia dan ekosistem.

“Kami sangat senang bekerja dengan OPPA dan NPAP Indonesia untuk mengenali dan memperkuat inovator luar biasa yang bekerja di lapangan untuk mendukung mata pencaharian pekerja sektor informal, yang benar-benar menjadi tulang punggung pemulihan sampah di Indonesia,” tutupnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN