Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Bambang Soesatyo Nilai Pemberantasan Korupsi Seperti Perang-Perangan

Senin, 21 November 2011 | 07:27 WIB
Antara

JAKARTA-Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menilai pemberantasan korupsi seperti hanya main perang-perangan bukan perang sesungguhnya melawan praktik korupsi.

"Pemberantasan korupsi di Indonesia tidak serius, meskipun pemerintah beberapa kali menyatakan perang melawan korupsi tapi realitasnya kasus korupsi terus meningkat," kata Bambang Soesatyo pada peluncuran buku di Jakarta, Minggu (20/11).

Hadir sebagai pembicara pada diskusi peluncuran buku tersebut adalah, praktisi hukum dabn calon pimpinan KPK Bambang Widjojanto, pakar komunikasi Tjipta Lesmana, rohaniwan Romo Benny Susatyo, dan praktisi hukum Ahmad Rifai.

Hadir juga di antara undangan, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, anggoa DPR RI dari Fraksi PKB Lily Wahid serta anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin.

Bambang menjelaskan, dirinya tergelitik menulis buku yang mengulas soal pemberantasan korupsi tersebut setelah melihat praktik tebang pilih dan ketiakadlian dalam pemberantasan korupsi.

Ia mencontohkan, kasus pemberian dana talangan atau "bailout" Rp6,7 triliu kepada Bank Century yang tidak kunjung ditindaklanjuti oleh KPK, padahal pada fakta-fakta sudah lengkap pada proses di pansus di DPR RI.

Bambang juga mencontohkan, kasus dugaan suap pada proyek pembangunan Wisma Atlet untuk SEA Games di Palembang.

Mesipun KPK sudah menetapkan Muhammad Nazaruddin sebagai tersangka dan sejumlah saksi menyebut beberapa nama tokoh penting, menurut dia, tapi KPK tidak menindaklanjuti.

Politisi Partai Golkar itu menengarai, KPK akan melokalisir kasus tersebut hanya pada Nazaruddin, tidak melebar ke tokoh lainnya.

"Nazaruddin juga diberikan sangkaan yang tidak logis, hanya menerima suap tapi penyuapnya tidak jelas siapa," katanya.

Menurut Bambang, KPK hanya menjerat pelaku-pelaku yang tidak memberikan dampak politik.

"Ini serius atau main-main," katanya.

Praktisi hukum Bambang Widjojanto menyatakan, Bambang Soesatyo menulis buku perihal upaya pemberantasan korupsi secara terang-benderang dengan bahasa yang berani dan tegas tanpa rasa takut.

Menurut dia, dalam buku yang ditulisnya Bambang juga mengulas praktik korupsi di lembaga-lembaga finansial yang jarang diungkap secara terang-benderang kepada publik.

Buku "Perang-perangan Melawan Korupsi: Pemberantasan Korupsi di Bawah Pemerintahan Presiden SBY" ditulis Bambang Soesatyo setebal 354 halaman.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN