Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.  Foto:  Investor Daily / Emral Firdiansyah

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. Foto: Investor Daily / Emral Firdiansyah

Menkes Minta Masyarakat Waspada Risiko Penularan Covid-19

Senin, 26 April 2021 | 22:16 WIB
Lenny Tristia Tambun

JAKARTA, investor.id  - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi risiko penularan Covid-19. Meskipun pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro dan vaksinasi massal mampu menekan laju kasus aktif Covid-19 pascalibur Paskah beberapa waktu lalu.

"Dua minggu setelah liburan Paskah memang kita amati ada kenaikan sedikit, tetapi tidak sebesar kenaikan liburan-liburan sebelumnya. Jadi, ini bukti bahwa sekali lagi program PPKM mikro dan vaksinasinya yang sudah kita jalankan masih bisa menahan setelah liburan panjang tiga hari,” kata Budi Gunadi Sadikin.

Ke depannya, Budi berharap agar perkembangan ini dapat terus terjaga baik tingkat kasus aktif, tingkat kesembuhan, maupun tingkat keterisian rumah sakit yang merawat pasien Covid-19.

Belajar dari pengalaman yang terjadi di India, lanjut Budi, bahwa baru-baru ini terjadi lonjakan kasus penularan Covid-19 yang sangat luar biasa. Maka kewaspadaan masyarakat terhadap potensi dan risiko penularan Covid-19 juga harus tetap dijaga dan bahkan ditingkatkan.

"Di India itu sempat turun cukup drastis sehingga kasus per harinya hanya sekitar 5 ribu kasus. Yang terakhir kemarin kita lihat sudah naik ratusan kali lipat menjadi 349 ribu kasus per hari dari 5 ribu kasus per hari,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Kewaspadaan tersebut sangat diperlukan seiring dengan adanya mutasi baru dari virus corona yang menjadi salah satu faktor terjadinya lonjakan kasus di India.

"Teman-teman bisa bayangkan lonjakan yang sangat tinggi dan itu disebabkan oleh dua hal utama, yang pertama adalah mutasi baru yang masuk B117 dan ada mutasi lokal B1617 di sana. Jadi mutasi virus baru penyebab pertamanya, yang kedua adalah tidak konsisten menjalankan protokol kesehatan,” ungkap Budi Gunadi Sadikin.

Faktor lain dari meningkatnya kasus penularan di India, sambung Budi, yaitu adanya ketidakwaspadaan masyarakat setempat dalam menjalankan protokol kesehatan karena merasa vaksinasi sudah berhasil dan sempat menurunkan jumlah kasus penularan.

Oleh karena itu, Menkes terus menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat bahwa meski telah memperoleh vaksinasi Covid-19, penerapan protokol kesehatan secara ketat masih tetap harus dilakukan.

"Vaksinasi tidak membuat Bapak/Ibu kebal. Vaksinasi hanya memperkuat sistem imun kita sehingga apabila kita terkena virusnya, kita tidak usah ke rumah sakit (dirawat). Kalaupun ke rumah sakit, kita cepat sembuhnya sehingga tidak fatal,” terang Budi Gunadi Sadikin.

Vaksinasi yang diberikan saat ini diperuntukkan untuk memperkuat sistem imun tubuh, namun masih tetap dapat tertular ataupun menularkan virus corona penyebab Covid-19.

“Tapi vaksinasi masih tetap bisa membuat kita tertular dan menularkan ke orang lain. Walaupun sudah divaksinasi protokol kesehatan harus tetap dijaga,” jelas Menkes.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN