Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (IST)

Menkes Budi Gunadi Sadikin. (IST)

Menkes: 2030, Indonesia Bebas Malaria

Selasa, 27 April 2021 | 11:11 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id  – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan Hari Malaria Sedunia yang diperingati setiap tanggal 25 April menjadi titik balik untuk memperkuat komitmen mengeliminasi malaria. Indonesia menargetkan untuk bebas dari malaria pada 2030 dengan setidaknya 345 kabupaten/kota sudah dinyatakan bebas malaria tahun ini.

“Kita harapkan 2030 Indonesia bebas malaria. Pada tahun 2024, kita mengharapkan 405 dari 415 kabupaten sudah bebas malaria dan kita targetkan tahun ini 345 kabupaten bebas malaria,” kata Budi dalam acara penyerahan Sertifikat Eliminasi Malaria kepada 12 bupati/walikota, Selasa (27/4/2021).

Menkes mengatakan Indonesia adalah negara tropis dengan banyak penyakit menular, termasuk malaria, TBC, dan wabah saat ini, Covid-19. Oleh karena itu, dia mendorong kerja sama seluruh komponen bangsa untuk menghilangkan, mengeliminasi, dan mengeradikasi seluruh penyakit menular di Indonesia.

Menkes mengatakan prosedur penanganan penyakit menular apa pun tetap sama yaitu penerapan protokol kesehatan secara ketat. Oleh karena itu, keterlibatan pemimpin daerah sangat dibutuhkan untuk mensosialisasikan dan melakukan implementasi protokol kesehatan.

“Untuk mengerakkan seluruh rakyat tidak mungkin kami bergerak sendiri, ini betul-betul membutuhkan bantuan (kepala daerah),” katanya.

Menkes mengatakan protokol kesehatan dalam malaria antara lain memastikan agar jentik-jentik nyamuk di dalam genangan air bisa teridentifikasi dan tertangani dengan baik. Dalam konteks Covid-19, menkes menyebut vaksin hanya salah satu cara untuk menangani pandemi, tapi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak justru menjadi hal terpenting.

“Saya berterima kasih bapak ibu masih bersedia pakai masker karena saya selalu mendengar candaan bahwa Covid-19 hanya ada di Jakarta, kalau di kampung saya tidak ada,” ujar Menkes.

Menurut Menkes, kelalaian pemimpin daerah yang menganggap sepele penyakit menular dan tidak menerapkan protokol kesehatan bisa berakibat sangat fatal.

“Disiplin menerapkan protokol kesehatan yang paling baik keluar dari diri sendiri. Demi keluarga tercinta dan itu membutuhkan teladan, contoh, kepemimpinan di masing-masing daerah,” tandasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN