Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Walikota Bogor Bima Arya. Sumber: BSTV

Walikota Bogor Bima Arya. Sumber: BSTV

Bima Arya Ajak Masjid Waspadai Lonjakan Covid-19 Ramadan hingga Lebaran

Rabu, 28 April 2021 | 10:12 WIB
Vento Saudale

BOGOR, investor.id  – Wali Kota Bogor Bima Arya mengajak seluruh stakeholder, khususnya para DKM masjid untuk bersama-sama tetap waspada terhadap Covid-19 agar tidak terjadi lonjakan pada momen Ramadan hingga Idulfitri nanti.

“Data menunjukan bahwa kita masih harus waspada. Memang satu bulan terakhir ini menurun angkanya, rumah sakit yang tadinya penuh sekarang sudah mulai menurun yang dirawatnya. Tadinya Februari lalu ada 187 kasus per hari, terus turun dibawah 100, bahkan sempat di bawah 50,” ungkap Bima Selasa (27/4/2021).

Pun demikian, ia menyebut  ada tren sedikit naik belakangan ini. Bima meminta agar semua dalam situasi harus waspada. Jangan sampai seperti India.

“Mungkin pernah membaca berita juga yang menggambarkan kondisi di India. Itu terjadi karena tidak waspada, karena euforia. India itu berhasil menurunkan angka covid, kemudian warganya cuek, mengadakan kegiatan tanpa protokol kesehatan, sehingga sekarang yang terjadi adalah fasilitas kesehatan di India tidak bisa lagi menampung karena penuh,” tambahnya.

Bima Arya tidak ingin itu terjadi di Kota Bogor. Untuk itu Pemkot Bogor bersama Forkopimda akan mengawasi secara ketat aktivitas-aktivitas yang berpotensi menimbulkan penyebaran Covid-19.

Untuk itu, dibantu oleh DKM sosialisasi agar diinformasikan apabila ada warga yang keluar atau masuk harus didata. Untuk ibadah masih dibolehkan, tarawih bahkan sholat Ied Insya Allah dipersilakan tetapi dengan catatan, dibatasi kapasitasnya, maksimal 50%.

“Di tingkat kota (tarawih) ditiadakan, karena kalau diadakan nanti akan tumpah ruah, kerumunannya sulit dikendalikan. Di wilayah silakan, di masjid-masjid silahkan, tapi mohon diperhatikan betul protokol kesehatannya,” tandasnya.

Bima menilai, selama Ramadan diawasi, tidak terlalu euforia, tarawihnya juga dijaga, arus mudik juga diawasi ketat, maka Covid-19 bisa kita kendalikan.

“Ini titik kritisnya di Ramadan sampai Lebaran nanti. Tapi sebaliknya, kalau kita kendor, nanti PR setelah Lebaran bisa ada lonjakan, itu berat. Mudah-mudahan itu tidak terjadi,” pungkas Bima.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN