Menu
Sign in
@ Contact
Search
Tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara. Sumber: pusakaindonesia.or.id

Tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara. Sumber: pusakaindonesia.or.id

Bangsa Indonesia Perlu Lestarikan Jiwa dan Semangat Hardiknas

Minggu, 2 Mei 2021 | 10:03 WIB
Maria Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Bangsa Indonesia perlu melestarikan jiwa dan semangat Hari Pendidikan Nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian dikemukakan Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama (Kemag),  Muhammad Fuad Nasar terkait peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei. 

Muhammad Fuad Nasar dalam siaran pers diterima Beritasatu.com, Minggu (2/5/2021) mengatakan, peringatan Hardiknas diambil dari hari kelahiran tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara. Ia memaparkan, sosok  aktivis dan tokoh pergerakan kemerdekaan asal Yogyakarta itu meninggalkan banyak warisan  bagi dunia pendidikan nasional, diantaranya lembaga pendidikan Taman Siswa di Yogyakarta.

Fuad menuturkan, semangat  Ki Hajar Dewantara ini tertuang dalam  semboyannya yakni, "Ing ngarsa sung tulodho, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani" Artinya, di depan harus memberi contoh yang baik, di tengah-tengah harus menciptakan ide dan prakarsa, di belakang harus bisa memberi dorongan dan arahan. Semboyan ini dibingkai dalam tulisan  Tut Wuri Handayani menjadi motto dan logo Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek)

Menurut Fuad, pendidikan berkaitan dengan penanaman watak, karakter dan penghayatan sistem nilai, bukan sekadar transmisi pengetahuan dan keterampilan semata. Dunia pendidikan harus dikelola dengan baik, bukan sekadar untuk melayani kebutuhan pasar, melainkan untuk masa depan bangsa, negara dan kemanusiaan dalam pengertian luas. 

Selain itu, harus sejalan dengan  amanat konstitusi Undang-Undang Dasar 1945, negara melalui peran pemerintah punya tanggungjawab memfasilitasi dan mengelola kebijakan publik di bidang pendidikan.

“Dunia pendidikan memiliki ruh, filosofi dan nilai-nilai yang inheren dengan tujuan bernegara dan ideologi nasional. Pemerintah dan segenap unsur masyarakat harus membangun pendidikan Indonesia yang berbeda dari sekadar pendidikan di Indonesia,” ucapnya.

Fuad menegaskan, kemajuan bangsa tidak terlepas dari peran dunia pendidikan. Generasi terpelajar adalah produk dari pendidikan yang terbentang sejak dari rahim ibu, pendidikan dalam keluarga, pendidikan di sekolah dan di tengah masyarakat.

Kata dia, dalam perspektif Islam, tujuan pendidikan tidak bisa dipisahkan dari tujuan hidup manusia sebagai makhluk ciptaan Allah dan khalifahNya di bumi.  Untuk itu, pendidikan manusia seutuhnya mensenyawakan dimensi jasmani, rohani, akal, dan akhlak dalam diri manusia.

“Pendidikan dianggap gagal jika keluaran  yang dihasilkan ialah sumber daya manusia yang sekadar pintar dan menguasai teknologi, tetapi tuna moral, tidak memiliki rasa peduli dan tidak memiliki empati terhadap sesama,” ucapnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com