Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Bambang: DPR Inginkan KPK Lebih Agresif

Kamis, 24 November 2011 | 15:24 WIB
Antara

PEKANBARU- Anggota Komisi III DPR RI (bidang Hukum), Bambang Soesatyo (Fraksi Partai Golkar), mengatakan kalangan Dewan menginginkan visi baru KPK yang merefleksikan gaya lebih agresif, independen dan koordinatif.

"Karena itu, Komisi III DPR akan fokus menggali visi baru kepemimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," katanya di Pekanbaru, melalui jejaring komunikasi, Kamis  (24/11), sehubungan dengan seleksi Calon Pimpinan (Capim) KPK.

Dikatakannya, visi baru itu harus benar-benar merefleksikan KPK yang lebih agresif, independen, dan koordinatif, tidak seperti penampilannya belakangan ini.

"DPR ingin agar kepemimpinan baru KPK tampil dengan program baru yang lebih responsif," tandasnya lagi.

Bagi Bambang Soesatyo dkk, kepemimpinan KPK periode mendatang tidak boleh lagi hanya fokus pada penindakan kasus-kasus kecil.

"Sudah terbukti, bahwa fokus pada penindakan kasus-kasus kecil menyebabkan efektivitas KPK sangat rendah. Buktinya, banyak (kasus) korupsi justru semakin merajalela dalam beberapa tahun terakhir ini," ungkapnya.

Fokus Kasus Besar Bambang Soesatyo kemudian menunjuk visi baru KPK harus terfokus pada upaya pencegahan dan penindakan kasus besar.

"Upaya mencegah korupsi memaksa KPK lebih agresif dan koordinatif. Tidak kalah pentingnya adalah keberanian para pemimpin KPK memulihkan independensi KPK," tegasnya.

Sudah pasti, menurutnya, upaya mencegah korupsi tidak (bisa) dilakukan sendiri oleh KPK.

"Karena itu, kepemimpinan baru KPK harus berani membangun sinergi dengan institusi terkait lainnya," katanya.

Selain memperkuat kerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kejaksaan Agung (Kejagung) serta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), lanjutnya, KPK juga harus melakukannya bersama Inspektorat Jenderal (Itjen) di semua kementerian atau lembaga.

"Sebagai pengawas internal, sub institusi seperti Itjen mestinya bisa menjadi mitra kerja yang efektif bagi KPK," ujarnya.

Ia mengatakan, sangat disayangkan jika KPK selama ini belum memanfaatkan potensi pencegahan korupsi yang ada pada semua Itjen.

"Padahal, semua Itjen merupakan instrumen terdekat dari semua satuan kerja pengguna anggaran," katanya.

Karena itu, ia berharap, kepemimpinan baru KPK harus berani membuat terobosan dalam upaya pencegahan korupsi.

"Langkah paling ideal adalah membangun sinergi dengan semua Itjen itu," ujar Bambang Soesatyo.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN