Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: IST

Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: IST

Menkes: Agustus, Vaksin Covid-19 Pfizer Masuk Indonesia

Selasa, 1 Juni 2021 | 20:44 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id   - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kedatangan vaksin Covid-19 tahap ke-18, yaitu 14 juta dosis dalam bentuk bahan baku produksi Sinovac, menunjukkan vaksin yang masuk ke Indonesia semakin banyak. Menkes mengatakan Indonesia pada Agustus juga akan menerima vaksin Pfizer.

“Ada lagi donasi vaksin gratis dari Covax/Gavi bulan ini akan masuk dari Astrazeneca. Bulan Agustus nanti akan masuk dari Pfizer sehingga jumlah vaksin yang masuk di semester ke-2 tahun ini akan menjadi semakin banyak,” kata Budi dalam pernyataan pers secara virtual terkait kedatangan vaksin tahap ke-18, Rabu (30/6/2021).

Menkes menjelaskan Indonesia sampai saat ini telah menerima 118,7 juta dosis vaksin Covid-19 terdiri dari 13,2 juta dosis vaksin jadi dan 105,5 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk bahan baku yang akan diolah oleh Bio Farma. Untuk vaksin dalam bentuk bahan baku, menkes memperkirakan awal Agustus akan tersedia 85 juta dosis vaksin Sinovac siap pakai. 

“Secara total dari berbagai merk, hingga 30 Juni ini, Indonesia akan memiliki sebanyak 98,2 juta dosis vaksin bentuk jadi,” kata Budi.

Menkes Budi menekankan pemerintah akan mempercepat program vaksinasi agar pada akhir tahun sebanyak 181,5 juta rakyat Indonesia sudah divaksin paling tidak satu kali. Dia mengingatkan vaksinasi tidak membuat orang menjadi kebal terhadap virus seperti “Superman”, melainkan vaksin membuat tubuh lebih tahan dan mampu mengidentifikasi jika terpapar virus, serta lebih cepat dalam melawan virus. 

“Orang yang divaksin masih bisa terkena virus Covid-19 tapi yang tadinya penyakitnya berat jadi ringan, kalau ringan jadi tanpa gejala. Intinya membuat  daya  tahan  tubuh  lebih  baik," kata Budi. 

Namun, Budi menambahkan orang yang sudah divaksin tetap bisa menularkan virus. Dia meminta semua orang yang sudah divaksin tetap menjalankan protokol kesehatan terutama memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Pemerintah terus mempercepat dan memperluas pelaksanaan vaksinasi yang saat ini bisa dilakukan untuk masyarakat berumur 18 tahun ke atas. Sampai 29 Juni 2021, total jumlah vaksinasi dosis pertama di Indonesia mencapai 28,3 juta, sedangkan vaksinasi dosis kedua mencapai 13,3 juta. Angka tersebut belum termasuk jumlah yang divaksinasi melalui program vaksinasi Gotong Royong.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN