Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petani merawat tanaman bayam yang menggunakan metode hidroponik di Serua Farm, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Minggu (20/6/2021). Foto: BeritaSatu/Mohammad Defrizal

Petani merawat tanaman bayam yang menggunakan metode hidroponik di Serua Farm, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Minggu (20/6/2021). Foto: BeritaSatu/Mohammad Defrizal

Stafsus Presiden Apresiasi Pelatihan 1 Juta Petani Milenial

Sabtu, 7 Agustus 2021 | 15:30 WIB

PAPUA, investor.id - Staf khusus Presiden RI Billy Mambrasar mengapresiasi pelatihan dan pendampingan terhadap 1 juta petani milenial dan pengukuhan 2.000 duta petani andalan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kemtan).

Menurut Billy, kegitan tersebut sangat penting untuk dilakukan, terutama dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan anak muda terhadap sektor pertanian yang saat ini semakin maju, mandiri dan modern.

"Kegiatan ini juga membuat petani muda semakin termotivasi untuk sama-sama bergerak memajukan sektor pertanian Indonesia yang saat ini mengalami peningkatan pesat, yakni pertanian maju, mandiri dan modern," kata Billy dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/8).

Billy mengaku bahwa selama ini ia memang mendapat perintah khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memastikan cetakan petani milenial dapat berjalan dengan baik. Artinya, semua provinsi memiliki petani muda yang tangguh dan memiliki petani andalan di daerahnya masing-masing.

"Karena itu saya mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi jajaran Kemtan ini, terutama program yang berkaitan langsung dengan pencetakan generaai muda, yang dilakukan secara kongkrit melalui berbagai pelatihan," katanya.

Kordinator Petani Milenial Provinsi Papua Barat, Simon Tabuni mengaku senang karena kegiatan ini bisa menjadi sarana pengembangan diri sekaligus pengetahuan umum terhadap sistem digitalisasi, mekanisasi dan pola bisnis produk pertanian yang semakin pesat.

"Program ini juga sangat bagus sebagai sarana untuk menjangkau petani milenial yang belum disentuh berbagai program pertanian. Jadi saya kira ini kegiatan yang luar biasa," katanya.

Dikatakan Simon, pelatihan dan pengukuhan petani muda ini juga bisa dibilang sebagai titik balik atas lahirnya konsolidasi total dalam memanfaatkan lahan-lahan pertanian di seluruh Indonesia dengan sistem pola tanam yang makin modern.

"Ini sangat penting untuk menjaga daerah dan negara tetap swasembada pangan, sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi dan kesejahteraan. Kami dari daerah Papua siap mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan petani milenial," katanya.

Pertanian Indonesia Semakin Modern

Sementara itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak terhadap kemajuan sektor pertanian Indonesia dibawah arahan dan perintah kangsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Karena itu, Mentan berharap ke depan petani muda mampu menguasai semua perlengkapan sistem mekanisasi dan teknologi yang semakin berkembang.

"Sebab menjadi petani itu tidak lagi identik dengan kaki kotor berlumpur dan panas kena terik matahari. Semua sudah ada teknologi dan mekanisasi. Jika kita mau kita bisa, dengan tekad yang kuat kita semua bisa maju," katanya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo dalam pembukaan pelatihan petani milenial mengingatkan bahwa sektor pertanian selama ini adalah sektor yang paling tangguh, dimana pada tahun 2020 pertumbuhannya mencapai 1,75%. Sedangkan pada triwulan pertama tahun 2021, sektor pertanian juga tumbuh positif, yakni sebesar 2,95%.

"Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena itu kita harus membangun kemandirian pangan Indonesia dan kesejahteraan petani harus bisa meningkat secara signifikan," katanya.

Terkait hal ini, Presiden berjanji pemerintah akan berusaha membuat sektor pertanian menjadi sektor yang menguntungkan, juga sebagai sektor yang mampu meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, petani diharapkan tidak hanya bergerak di hulu atau di on farm saja, melainkan harus masuk ke tahap hilir serta tahap pengolahan pascapanen sampai ke packaging dan trading.

"Justru di situlah keuntungan terbesar yang akan diperoleh. Hal ini juga yang akan memberikan peluang bagi peningkatan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, manfaatkan akses KUR dari perbankan BRI BNI mandiri dan BPD provinsi dengan baik," tutupnya.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN