Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fasilitas RS Darurat Covid-19. Foto: PUPR

Fasilitas RS Darurat Covid-19. Foto: PUPR

AKAN DATANGI RUMAH-RUMAH PASIEN

2.600 Orang Mendaftar Jadi Relawan Covid-19

Muawwan Daelami, Selasa, 24 Maret 2020 | 17:30 WIB

JAKARTA, Investor.id-Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka kesempatan kepada para tenaga medis dan masyarakat umum yang ingin berpartisipasi dalam mengatasi penyebaran Virus Korona (Covid-19) dengan mendaftar sebagai relawan. Sejauh ini 2.600 relawan sudah mendaftar.

"Relawan biasa atau dokter yang mau bergabung dengan tim bisa mendaftar ke aplikasi halodoc, alodokter, sobatdokter, dan lain-lain sebagai relawan untuk melayani para pasien," ujar Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga di Jakarta, Selasa (24/3).

Menurut Arya, para relawan akan disebar melalui aplikasi-aplikasi tersebut. “Ini sedang dilakukan secara serentak dan diharapkan tidak hanya berlaku di wilayah Jabodetabek, tetapi juga seluruh Indonesia,” tutur dia.

Para dokter atau masyarakat umum yang sudah mendaftar sebagai relawan, kata Arya Sinulingga, akan diseleksi satu per satu. Mereka juga bakal melewati tes darah dan paru-paru. “Selanjutnya dites swab dan rapid test untuk memastikan mereka negatif Korona,” ucap dia.

Arya mengungkapkan, sejauh ini 2.600 relawan sudah mendaftar. Mereka akan ditempatkan di Wisma Atlet. Semua kebutuhan makanan dan lainnya akan penuhi dan didukung Kementerian BUMN.

"Jadi, itu yang kami lakukan. Tenaga medisnya kami serahkan ke Kementerian Kesehatan untuk mengaturnya," kata dia.

Dokter Datang ke Rumah

Arya Sinulingga menjelaskan, tenaga relawan tersebut ditugaskan untuk merujuk pasien-pasien yang tinggal di rumah. Sebab, jika semua pasien berharap dirujuk ke rumah sakit (RS), saat ini RS tidak bisa menampung.

“Dengan bantuan tenaga medis yang disiapkan secara online, kami berharap dapat membantu masyarakat untuk mengisolasi diri di rumah. Di rumah akan ada dokter khusus yang membantu mereka, termasuk semua peralatan logistik dan alat pelindung diri (APD),” papar dia.

Arya menambahkan, sejak Wisma Atlet diresmikan presiden, kemarin, hanya dalam waktu satu jam, sekitar 30 pasien langsung masuk dan mengantre panjang.

“Jadi, masyarakat diminta maklum jika terjadi antrean panjang karena prosesnya membutuhkan tes laboratorium dan swab, sehingga menghabiskan banyak waktu,” ujar dia.

Menurut Arya Sinulingga, Kementerian BUMN juga sudah menyiapkan RS Pertamina Jaya di Jl Ahmad Yani (dekat Jl Pramuka).

"Tapi metodenya, yang positif Covid-19 tapi masih sehat, kami harapkan isolasi di rumah saja. Yang mulai parah dirujuk ke Wisma Atlet. Yang sudah telanjur parah dirujuk ke RS Pertamina Jaya atau RS rujukan lainnya,” papar dia.

Cari Solusi

Arya Sinulingga mengungkapkan, Menteri BUMN, Erik Thohir sedang mencari solusi untuk penanganan Covid-19 di level provinsi. Upaya di Jakarta rencananya diduplikasi ke beberapa daerah lain, seperti Semarang, Bandung, dan Suarabaya.

"Kami ditugaskan mencari tempat sebagai RS darurat di provinsi-provinsi yang bisa menampung banyak orang. Kemungkinannya akan bekerja sama dengan Kementerian Agama, yaitu memakai asrama haji," kata dia.

Arya mengakui, kebutuhan alat-alat tes Covid-19 di beberapa provinsi masih sangat kurang.

Menteri BUMN, Erik Thohir sebelumnya mengatakan, pada akhir Maret Kementerian BUMN akan menyediakan 4 juta masker.

“Namun, jumlah tersebut belum mencukupi karena rata-rata orang memakai tiga masker dalam sehari dengan asumsi setiap delapan jam ganti masker,” kata Arya.

Dia menjelaskan, masker dan APD akan diproduksi di dalam negeri dan diimpor jika terjadi kekurangan. Kementerian BUMN juga merangkul swasta untuk bersama-sama menyalurkan bantuan bahan baku dan makanan kepada para tenaga medis.

"Sekitar 10 perusahaan logistik swasta mau bergabung dengan BUMN untuk menyalurkan. Nanti semua kebutuhan untuk perlengkapan dan logistik dikirim ke daerah-daerah," ucap dia.

 

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN