Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: IST

Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: IST

MenkesPerkuat Tiga Strategi UbahPandemi Jadi Endemi

Senin, 30 Agustus 2021 | 22:50 WIB
Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id  - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sedikin mengatakan, harus mempersiapkan dari sisi hulunya untuk strategi mengubah pandemi menjadi endemi.

Dalam hal ini,  perubahan perilaku 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak),  deteksi yang baik 3T (testing, tracing dan treatment) dan  vaksinasi.

Advertisement

“Ketiga strategi ini selama  masa transisi ke epidemi  itu harus dilakukan bersama. Kita  tidak bisa menggantungkan ke salah satu strategi saja,” kata Budi

Ia menyebutkan, hal ini berkaca dari  kasus Covid-19 yang terjadi dibeberapa negara yang divaksinasi tinggi. Dalam hal ini, jika mereka tidak  menerapkan dengan baik  atau  lengah menangani strategi  protokol kesehatan (prokes) 3M, 3T dan vaksinasi itu, maka bisa  terulang kembali penularan Covid-19. Sebab  vaksinasi  bukan membuat kebal karena tetap masih bisa tertular dan menularkan, tetapi   tidak akan membuat tidak masuk rumah sakit.

“Itu yang benar-benar perlu kita sadari bersama,”  ucapnya.

Selain itu, ia menyebutkan,  selain 3 strategi tersebut, pemerintah juga saat ini sedang berkonsentrasi untuk menggunakan teknologi informasi berbasis PeduliLindungi.

Menurut Budi, ada 3 fungsi dari aplikasi PeduliLindungi; Pertama, untuk skrining, yakni hal ini dilakukan kepada orang-orang yang melakukan aktivitas dan dapat diawasi secara real time secara online.

Kedua, berfungsi sebagai tracing yakni setiap kali  orang ingin  melakukan aktivitas di lokasi yang berbeda harus menggunakan PeduliLindungi menggunakan skema  barcode-nya.

“Sehingga kita tahu kalau suatu saat kita mau tracing  kita bisa cepat,” ucapnya.

Ketiga, sebagai kontrol protokol kesehatan. Budi menjelaskan, melalui PeduliLindungi ini bisa atur skema untuk orang sudah divaksin dan belum. Misalnya, orang  sudah divaksin diperbolehkan duduk  semeja berempat. Sedangkan yang belum duduk semeja berdua.

Budi menyebutkan,  saat ini sedang mencoba menerapkan PeduliLindungi pada 6 aktivitas kehidupan seperti perdagangan, transportasi,  pariwisata,  aktivitas pekerja,  pendidikan dan keagamaan.

Khusus  sektor keagamaan, Budi menyebutkan, hal ini belajar dari  peningkatan kasus terjadi setiap hari raya. “Pengelaman kita  di Januari karena Natal dan Tahun Baru dan pengalaman kita di Juli karena Idulfitri. Pengalaman di India lonjakan kasus karena ada  upacara keagamaan,” ucapnya.

Oleh karena itu, Budi menegaskan penting prokes  yang harus diimplementasikan di aktivitas keagamaan, misalnya di Bali kasus Covid-19 kembali meningkat karena pada Juli dan Agustus ada upacara keagamaan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN