Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Tinggal 11 Daerah di Jawa-Bali yang PPKM Level 4

Senin, 6 September 2021 | 20:19 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kondisi pandemi Covid-19 di Jawa- Bali terus mengalami perbaikan. Sebab telah terjadi penurunan jumlah daerah yang menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Hingga tanggal 5 September 2021, hanya 11 kota/kabupaten di Jawa-Bali yang ada di level 4 dari sebelumnya yang berjumlah 25 kota/kabupaten.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan terjadi peningkatan signifikan pada level 2. Jumlah kota/kabupaten meningkat dari yang sebelumnya 27 menjadi 43 kota/kabupaten. Dari wilayah aglomerasi, DI Yogyakarta berhasil turun ke level 3, sementara Bali diperkirakan butuh waktu 1 minggu lagi untuk turun ke level 3 dari level 4. Sebab perawatan pasien yang masih tinggi di rumah sakit.

“Secara keseluruhan, indikator transmisi penyakit yang terdiri dari penambahan kasus konfirmasi, jumlah perawatan pasien yang ada di RS, dan jumlah kematian, terus mengalami perbaikan,” ucap Luhut dalam konferensi pers secara virtual pada Senin (6/9/2021).

Meskipun terjadi penurunan kasus, Luhut mengatakan masyarakat tidak boleh lengah dan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Sebab masyarakat lengah dikhawatirkan penularan meningkat dan jumlah kasus aktif Covid-19 juga akan menjadi tinggi lagi.

“Kelengahan sekecil apapun yang kita lakukan ujungnya akan terjadi peningkatan kasus dalam beberapa minggu kedepan,” ucap Luhut.

Luhut menuturkan dari pengawasan yang dilakukan masih ditemukan banyak restoran/kafe yang masih belum menerapkan dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.  Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan  agar pemerintah menyiapkan strategi agar masyarakat bisa untuk hidup bersama Covid-19.

“Karena Covid-19 ini akan berubah dari pandemi  ke endemi,” kata Luhut.

Pemerintah akan menjalankan tiga strategi untuk  transisi ketika Covid-19 ini beralih dari pandemi menjadi endemi. Tiga  strategi  tersebut  adalah  peningkatan cakupan vaksinasi yang cepat untuk seluruh  masyarakat Indonesia, testing-tracing-treatment yang baik dan kepatuhan prokes 3M yang tinggi. Sistem PeduliLindungi akan menjadi integrator  utama dari tiga strategi tersebut, sehingga bisa meminimalkan  penularan  Covid19  ketika membuka  kembali aktivitas masyarakat.

“Oleh  karena  itu,  pemerintah  tidak  bosan-bosannya  untuk  mengingatkan kepada seluruh komponen masyarakat  untuk mematuhi protokol Kesehatan dan penggunaan  aplikasi PeduliLindungi sesuai dengan instruksi dari  pemerintah,” ucapnya.

Dia menuturkan dalam satu  minggu  terakhir,  pihaknya menemukan  banyak pelanggaran  seperti  yang muncul.  Pemerintah  akan  mengambil  Langkah  persuasif dalam penegakan aturan-aturan ini sebelum  mengambil langkah tegas jika upaya-upaya persuasif  diabaikan. Pemerintah mengimbau agar  masyarakat bisa beraktivitas pada tempat-tempat yang  sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

“Sehingga  dapat mengurangi risiko tertular Covid-19,” ucapnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN