Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

23 Kabupaten/Kota Non Jawa-Bali Jalankan PPKM Level 4

Senin, 6 September 2021 | 20:29 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk luar wilayah non Jawa-Bali terdapat 23 kabupaten/kota yang menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Sebelumnya terdapat 34 kabupaten/kota di wilayah luar Jawa-Bali yang menjalankan PPKM Level 4. Pemerintah kembali memperpanjang PPKM yaitu pada 7 sampai 20 September 2021

“Perlu diketahui bahwa jumlah provinsi juga penurunan level telah terjadi semula masih ada 7 provinsi dan saat ini yang menjalankan PPKM Level 4 tinggal dua provinsi yaitu di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” ucap Airlangga dalam konferensi pers secara virtual pada Senin (6/9/2021).

Dia mengatakan dari yang sebelumnya ada 34  kabupaten/kota menjalankan PPKM Level 4 terjadi penurunan di 19 kabupaten/kota sehingga tinggal 15 kabupaten/kota yang tersisa. Tetapi pada saat yang sama ada 8 kabupaten/kota yang naik dari level 3 ke level 4. Sehingga total yang diterapkan level 4 adalah 23 kabupaten kota.

“Untuk level 3 diterapkan di 314 kabupaten kota dimana ini naik dari sebelumnya 303 kabupaten kota. PPKM level 2 diterapkan pada 49 kabupaten kota sama dengan sebelumnya,” ucap Airlangga.

Adapun 23 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali yang menjalankan PPKM Level 4 adalah  Banda Aceh, Aceh Tamiang,  Aceh Besar, Kota Jambi,  Kota Banjarbaru,  Kota Banjarmasin,  Kabupaten Kotabaru,  Kota Palangkaraya,  Kota Balikpapan,  Kutai Kartanegara dan  Mahakam Ulu. Berikutnya  Kalimantan Utara di Kota Tarakan, Bangka Belitung di Bangka, Sulawesi Selatan di Makassar kemudian juga Sulawesi Tengah di Kota Palu dan Poso,  Sumatera Barat di Kota Padang.  Lalu Kota Medan,  Kota Sibolga dan  Mandailing Natal.  Kemudian juga NTT di Kupang,  Bolaang dan Manokwari.

Airlangga mengatakan kasus aktif di luar Jawa-Bali menurun dan berkontribusi 60% terhadap kasus Covid-19 secara keseluruhan. Namun tingkat kesembuhan luar Jawa-Bali baru 90%, sedikit di bawah nasional yang sebesar 94%. Sedangkan untuk kasus kematian di luar Jawa-Bali yang lebih baik dibandingkan nasional yakni 2,99%.

Untuk Sumatera  berkontribusi terhadap kasus mencapai 14,63%, tingkat kesembuhannya 88,87%, fatality rate-nya 3,39.Perkembangan kasus aktifnya antara 9 Agustus-4 September minus turun menjadi adalah 50,69%. Kemudian Nusa Tenggara kontribusi terhadap kasus secara nasional 2,1% dengan tingkat kesembuhannya 93,83%, fatality rate 2,27% dan kasus aktifnya 2,18% atau turun 73,76%.  Kalimantan berkontribusi 8,08% dengan tingkat kesembuhan 91,79%, fatality rate 3,11% dan perkembangan kasus turun 64,45%.

“Pulau Sulawesi kontribusi terhadap nasional terhadap kasusnya adalah 5,46%, kesembuhannya 91,78%, fatality rate 2,55% dan terkait dengan penurunan kasus aktif adalah minus 62,39%,” tutur Airlangga.

Sedangkan di  Maluku-Papua presentasi kasusnya sebanyak 1,97% dengan tingkat kesembuhan di bawah nasional yaitu 82,04%, lalu fatality rate-nya sedikit lebih baik 1,55% serta kontribusi terhadap nasional di kasus aktifnya 8,6% dengan penurunan kasus 28,77%.

Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan agar seluruh Kementerian/Lembaga melakukan pengendalian virus dan meminta masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebab pandemi Covid-19 diperkirakan belum akan berakhir dan virus Covid-19 tidak mungkin hilang secara total.

“Kita hanya bisa mengendalikan dan masyarakat diminta tetap waspada meski angka kasus turun namun ini belum merata dan masih bersifat dinamis.  Kemudian Bapak Presiden meminta akselerasi vaksinasi menjadi fokus utama,” pungkas Airlangga.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN