Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers evaluasi penerapan PPKM, Senin, 13 September 2021.

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers evaluasi penerapan PPKM, Senin, 13 September 2021.

PPKM Diperpanjang, Provinsi Bali Turun ke Level 3

Senin, 13 September 2021 | 21:04 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  – Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, setelah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berdasarkan level di wilayah Jawa-Bali selama sepekan terakhir, provinsi Bali pada penerapan PPKM sepekan ke depan akhirnya berhasil turun level menjadi level tiga dari sebelumnya level empat.

“Pemerintah akhirnya berhasil menurunkan provinsi Bali menjadi level tiga, sehingga dari 11 kabupaten/kota level empat pada minggu lalu, pada hari ini jumlahnya berkurang menjadi hanya tiga kabupaten/kota saja,” kata Luhut dalam konferensi pers evaluasi PPKM, Senin (13/9/2021).

Diakui Luhut, situasi Covid-19 yang membaik di Jawa-Bali menyebabkan penurunan level PPKM yang lebih cepat dari perkiraan. Namun di sisi lain, kecepatan vaksinasi dan implementasi PeduliLindungi serta protokol kesehatan (prokes) dinilainya masih tertinggal.

“Penurunan level PPKM di beberapa kota menyebabkan euforia dari masyarakat yang tidak disertai implementasi prokes dan penggunaan PeduliLindungi,” kata Luhut.

Menurutnya, hal ini sangat berbahaya karena bisa mengundang gelombang baru Covid-19. 

“Jadi perlu kewaspadaan kita semua, karena terdapat peningkatan kasus konfirmasi atau angka kematian di beberapa wilayah Jawa Tengah, seperti kabupaten Sukoharjo, Tegal dan Semarang. Ini early warning juga bagi kita, harus hati-hati,” kata Luhut.

Sejak diberlakukannya beberapa pelonggaran, di beberapa wilayah juga terjadi peningkatan mobilitas yang cukup masif, utamanya di lokasi wisata seperti Pantai Pangandaran di Jawa Barat. Hal ini diperparah dengan lemahnya penerapan proses, sehingga berpotensi menyebabkan terjadi penyebaran kasus impor di wilayah tersebut.

“Saya ingin sampaikan, di Bali orang pakai masker sudah bagus, lebih 95%. Tetapi mohon maaf masih ada perayaan agama yang berlebihan, hendaknya dikontrol supaya pesertanya tidak terlalu banyak yang bisa menimbulkan klaster baru,” kata Luhut.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN