Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Walikota Surabaya Eri Cahyadi saat Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama  CSR beasiswa pendidikan bagi siswa MBR di Surabaya, Selasa (14/9/2021).  Foto: Istimewa

Walikota Surabaya Eri Cahyadi saat Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama CSR beasiswa pendidikan bagi siswa MBR di Surabaya, Selasa (14/9/2021). Foto: Istimewa

Bantuan CSR untuk Beasiswa Pelajar MBR di Surabaya Tembus Rp 12,513 Miliar

Selasa, 14 September 2021 | 22:57 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - Bantuan beasiswa pendidikan untuk siswa dari keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) jenjang SMP di Surabaya tahun ini mencapai total Rp 12,513 miliar.

Walikota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, besaran CSR (Corporate Social Responsibility) untuk beasiswa jenjang SMP yang diberikan 37 perusahaan dan lembaga di tahun 2021 ini meningkat 300 persen dari tahun sebelumnya. Jika di tahun 2020 nilainya sebesar Rp 4,057 miliar, maka di tahun 2021 meningkat menjadi Rp 12,513 miliar.

Beasiswa tersebut berasal dari bantuan program CSR perusahan atau lembaga serta zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Surabaya melalui program Orang Tua Asuh.

“Alhamdulillah hari ini CSR yang disampaikan tadi sekitar Rp4 miliar, sehingga menjadi Rp12,5 miliar,” kata Eri saat Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) terkait CSR beasiswa pendidikan bagi siswa MBR di Surabaya, Selasa (14/9/2021).

Eri bersyukur, ada beberapa perusahaan yang memberikan bantuan CSR di bidang pendidikan untuk anak-anak yang masuk MBR. Karena mereka tidak semuanya di SMP negeri. Ada yang juga di swasta. “Dan di sinilah nanti ada bantuan untuk anak-anak itu,” tandasnya.

Eri juga menyatakan, sekolah swasta tentu membutuhkan biaya untuk operasional maupun pembangunan infrastrukturnya. Karena itu ia berharap, jangan sampai ketika pelajar dari mitra warga yang dititipkan ke lembaga pendidikan kemudian menjadi beban sekolah karena tidak ada pemasukan biaya.

“Sehingga biaya sekolah itu tetap kita berikan. Dari mana? Dari bantuan yang diberikan melalui CSR ini,” jelasnya.

Eri meyakini, melalui empati dan gotong-royong ini, maka pergerakan pembangunan di Surabaya bisa terus berjalan. Termasuk pula dalam penyelesaian masalah pendidikan atau permasalahan sosial lainnya.

“Insyaallah kita akan agendakan rutin untuk seluruh ASN di Surabaya agar selalu menjadi bagian dari orang tua asuh dalam bidang pendidikan atau penyelesaian masalah sosial lainnya,” tuturnya.

Untuk mekanisme penyalurannya, setiap SMP swasta pengampu siswa mitra warga, akan ditransfer langsung dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya. Misalnya, dalam SMP itu ada lima orang siswa mitra warga. Maka, biaya kelima siswa mitra warga itu selama menempuh pendidikan di sana, akan ditransfer langsung ke rekening sekolah setiap bulannya.

“Nanti kita langsung transfer ke sekolahnya. Jadi posisinya ada berapa siswa yang ditanggung di sekolah itu, nanti kita masukan jumlahnya berapa. Inilah yang dilakukan Dispendik nanti. Sehingga yang selalu saya katakan, Insya Allah kalau warga Surabaya percaya pada pemerintahannya, kita bisa menggunakan uang itu untuk kepentingan umat di Kota Surabaya,” terangnya.

Data Dispendik Kota Surabaya mencatat, di tahun 2021 ada sebanyak 4.188 siswa mitra warga di SMP swasta yang menerima program beasiswa melalui CSR serta orang tua asuh ASN Pemkot Surabaya. Namun, data tersebut sifatnya dinamis, artinya bisa bertambah ataupun sebaliknya.

“Makanya kalau saya ditanya data itu dinamis terus. Ini kan seperti bansos (bantuan sosial) yang kita berikan, kita selalu bergerak karena dinamis,” papar Eri.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN