Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban di Gedung Syafrudin Prawiranegara Kementerian Keuangan, Selasa, 7 September 2021.

Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban di Gedung Syafrudin Prawiranegara Kementerian Keuangan, Selasa, 7 September 2021.

Dipanggil Satgas BLBI, Nirwan Bakrie Kirim Perwakilan

Jumat, 17 September 2021 | 18:24 WIB
Hermna

JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI)  kembali memanggil para obligor/ debitur BLBI. Dalam panggilan penagihan yang juga diumumkan lewat surat kabar tersebut, para debitur BLBI ini diminta datang ke Gedung Syafrudin Prawiranegara Kementerian Keuangan pada Jumat, 17 September 2021.

Panggilan penagihan pertama dimulai pukul 09.00 - 11.00 WIB.  Nama-nama yang dipanggil adalah Andrus Roestam Moenaf, Pinkan Warrouw, Nirwan Dermawan Bakrie, Indra Usmansyah Bakrie, dan Anton Setianto yang mewakili PT Usaha Mediatronika Nusantara. Perusahaan tersebut memiliki utang Rp 22.677.129.206.

Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Tri Wahyuningsih Retno Mulyani pada Jumat (17/9/2021) petang menyampaikan, dalam panggilan penagihan ini,  PT Usaha Mediatronika Nusantara dihadiri oleh Sri Hascaryo dari Bakrie Grup yang menerima kuasa dari Nirwan Dermawan Bakrie.

Sedangkan untuk panggilan penagihan kedua dimulai pukul 13.30-15.00 WIB. Nama-nama yang dipanggil adalah atas nama Thee Ning Khong, The Kwen le, PT Jakarta Kyoei Steel Works Ltd Tbk, PT Jakarta Steel Megah Utama, dan PT Jakarta Steel Perdana Industry. 

Thee Ning Khong yang memiliki utang Rp 90.667.982.747 hadir diwakili putranya. Sedangkan The Kwen Le yang memiliki hutang Rp 63.235.642.484 hadir langsung ke Gedung Syafrudin Prawiranegara Kementerian Keuangan.

Untuk PT Jakarta Kyoei Steel Works L.td, Tbk dengan utang Rp 86.347.894.759, PT Jakarta Steel Megah Utama  dengan utang Rp 69.080.367.807 dan PT Jakarta Steel Perdana Industry dengan utang Rp 69.337.196.123, wakil dari ketiga perusahaan tersebut juga hadir menenuhi panggilan Satgas BLBI.

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN