Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Sumber: BSTV

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Sumber: BSTV

Cegah Gelombang Ketiga, Wagub Riza Minta Warga Disiplin Prokes  

Rabu, 22 September 2021 | 13:53 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id  - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam menjalankan aktivitas di sektor-sektor yang dibuka atau beroperasi. Menurut Riza, kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan ini merupakan kunci sukses untuk mencegah terjadi gelombang ketiga Covid-19 di Ibu Kota.

“Kami minta harus lebih hati-hati, lebih waspada, gunakan protokol kesehatan secara bijak, patuh dan disiplin serta laksanakan PPKM level 3 secara bertanggung jawab,” ujar Riza di Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Riza mengatakan, setiap ada pelonggaran, maka potensi kasus Covid-19 kembali melonjak selalu ada. Pasalnya, pelonggaran kegiatan membuat banyak orang keluar rumah, interaksi tinggi dan potensi kerumunan juga semakin tinggi.

“Kita pernah naik-turun, pernah naik lagi, sekarang turun lagi. Sekarang mulai ada pelonggaran , adanya pelonggaran berpotensi orang keluar rumah semakin banyak, potensi interaksi semakin tinggi potensi kerumunan semakin banyak dan pada akhirnya potensi penyebaran juga bisa semakin tinggi. Jadi, justru di masa semakin adanya peningkatan pelonggaran, harus lebih hati-hati,” pungkas Riza.

Puncak gelombang pertama pandemi Covid-19 di Jakarta terjadi pada 3 Februari 2021 lalu dengan jumlah kasus aktif Covid-19 sebanyak 26.031 kasus. Peningkatan jumlah kasus aktif saat itu tidak terlepas dari dampak liburan akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021. Sementara puncak gelombang kedua terjadi pada 16 Juli 2021 dengan jumlah kasus aktif sebanyak 113.138 kasus. Jumlah kasus pada gelombang kedua ini naik 4 kali lipat dari puncak kasus gelombang pertama. Kenaikan ini tidak terlepas dari dampak mutasi baru virus Covid-19 varian delta yang disebutkan lebih berbahaya dan mudah menular.

Hingga saat ini, kasus Covid-19 di Jakarta sudah semakin terkendali. Salah satu indikatornya adalah kasus aktif Covid-19 yang sudah berada di angka 2.347 kasus dengan perincian 795 orang yang menjalani perawatan di 140 RS rujukan di Jakarta dan sebanyak 1.552 orang yang menjalani isolasi mandiri.

Indikator lainnya adalah positivity rate atau persentase kasus positif Covid-19 dalam sepekan terakhir juga mengalami penurunan yang signifikan, yakni . Hingga saat ini, positivity rate di Jakarta sudah berada di angka 1,1 %. Angka ini terus menjauh dari ambang batal ideal positivity rate yang ditetapkan oleh WHO, yakni 5%.

Padahal, dalam sepekan terakhir, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan tes PCR sebanyak 113.867 orang. Dari jumlah ini, sebanyak 1.253 orang dinyatakan positif Covid-19 dan 112.614 orang dinyatakan negatif Covid-19. Jumlah tes PCR ini sudah melampaui standar minimun yang ditetapkan WHO, yakni 10.645 orang dites PCR per minggu di Jakarta. Hal ini berarti, jumlah tes PCR di Jakarta sudah 11 kali lipat dari standar WHO.

Berdasarkan data per 21 September, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 secara total di Jakarta sebanyak 856.358 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR. Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 840.525 dengan tingkat kesembuhan 98,2%, dan total 13.486 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4%. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN