Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim

Program Matching Fund Bisa Dijadikan Model untuk Perguruan Tinggi Lainnya

Kamis, 23 September 2021 | 18:10 WIB
F Rio Winto

JAKARTA, investor.id - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengatakan, program Matching Fund yang mengadopsi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dapat terus dikembangkan sehingga bisa dijadikan model untuk perguruan tinggi lainnya.

Pernyataan itu disampaikan Mendikbud Ristek, Nadiem seusai meninjau lokasi permukiman suku anak dalam (SAD) atau yang biasa disebut juga dengan Orang Rimba di Kabupaten Sarolangun, Rabu, 22 September 2021.

Bahkan, Nadiem mengharapkan program Matching Fund yang dikembangkan Universitas Jambi (Unja) mampu menjawab berbagai tantangan masyarakat marjinal seperti membangun kemandirian SAD.

Dalam peninjauan itu, Nadiem menyempatkan diri untuk melihat dari dekat program Matching Fund di komunitas SAD yang implementasinya memadukan sistem pendidikan formal, namun tetap mengadopsi kearifan lokal serta  budaya SAD.

Nadiem juga meninjau beberapa kegiatan  seperti inventarisasi dan pengolahan tanaman obat, pembuatan demplot tanaman endemik dan kehutanan.

“Saya sangat mengapreasi program Matching Fund UNJA yang memprioritaskan pemberdayaan SAD sebagai agenda utama," kata Nadiem Makarim usai meninjau lokasi permukiman SAD di Kabupaten Sarolangun.

Pada hari yang sama, sebelumnya Nadiem telah berdialog dengan dengan Civitas Akademika Universitas Jambi di Balairung Pinang Masak Kampus Unja Mendalo, Jambi.

Dalam dialog tersebut, Rektor Unja Prof Sutrisno serta Dekan Dr Fuad Muchlis memaparkan sejumlah program dan inovasi yang telah dikembangkan Unja.

Menurut Fuad Muchlis yang memimpin program tersebut, salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah terciptanya pemberdayaan SAD di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) yang terintegrasi sebagaimana tertuang arahan program Forum Kemitraan Pembangunan Sosial SAD.

Fuad Muchlis mengungkapkan, program ini merupakan tindak lanjut dari MoU Unja dengan PT Sari Aditya Loka (Group Astra Agro Lestari Tbk) beberapa waktu lalu.

“Unja memiliki sumber daya manusia yang mampu memetakan, merumuskan strategi serta mengadvokasi komunitas SAD. Karena itu, Unja hadir dan mengambil peran dalam upaya percepatan perubahan sosial SAD sekaligus mendorong upaya konservasi di TNBD,” kata Fuad Muchlis.

Lebih lanjut rektor Fuad Muchlis menyampaikan, dalam rangka mendukung program Matching Fund ini pihak Unja sudah memiliki Laboratorium Sosial SAD, melalui gagasan DLT (Desa Laboratorium Terpadu) PUI Etnomedical dan Nurisetikal (eMedical) dan PUI Pendidikan Komunitas (PENTAS).

Program ini, kata Fuad Muchlis, melibatkan dosen dan mahasiswa dari berbagai Prodi di Unja. “Aktivitas mahasiswa mengikuti kegiatan ini akan diakui sebagai kegiatan akademik hingga 20 SKS sebagai bagian dari implementasi MBKM,” kata Fuad Muchlis.

Kehadiran Nadiem untuk melihat dari dekat kehidupan SAD semakin melengkapi deretan Kabinet Indonesia Maju yang menaruh perhatiannya kepada warga SAD di Provinsi Jambi. Sebelumnya, Menteri Sosial, Tri Rismaharini, telah lebih dahulu menemui warga SAD di wilayah Batanghari, Jambi.

Kunjungan Nadiem ke SAD ini merupakan agendanya di Jambi. Dalam kunjungan ini, Nadiem lebih dulu meninjau pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga pendidik dan peserta didik di Makorem 042 Garuda Putih.

Editor : F Rio Winto (rio_winto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN