Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi (ketiga kiri), Karopenmas Div Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono (kedua kiri), Kasubag Jatinter Div Hubinter AKBP Juliarman (ketiga kanan), Police Attache Korsel Byun Chang Bum (kedua kanan), dan Police Liason Officer Taiwan Tom Kang (kanan) memberikan keterangan pers gelar pengungkapan perkara penipuan dengan skema Bussiness Email Compromise di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/10/2021).  Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi (ketiga kiri), Karopenmas Div Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono (kedua kiri), Kasubag Jatinter Div Hubinter AKBP Juliarman (ketiga kanan), Police Attache Korsel Byun Chang Bum (kedua kanan), dan Police Liason Officer Taiwan Tom Kang (kanan) memberikan keterangan pers gelar pengungkapan perkara penipuan dengan skema Bussiness Email Compromise di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/10/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Polisi Ungkap Kasus Penipuan Business Email Compromise dengan Kerugian Rp 84 Miliar

Jumat, 1 Okt 2021 | 21:01 WIB
Bayu Marhaenjati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri, mengungkap kasus penipuan dengan modus business email compromise, yang merugikan dua perusahaan asing hingga Rp 84,8 miliar. Empat orang tersangka ditangkap dalam kasus ini.

"Dirtipid Siber Bareskrim berhasil mengungkap penipuan dengan skema business email compromise. Penipuan biasanya ditujukan kepada beberapa pihak dalam perusahaan seperti manajer keuangan atau pegawai di bagian keuangan pada suatu perusahaan, dengan cara menyamar menjadi perusahaan rekan bisnis korban. Tujuannya mendapatkan dana yang seharusnya dana itu ditujukan ke rekan bisnis yang sebenarnya. Tapi dengan penipuan ini, maka transfer dana dilakukan kelompok-kelompok yang melakukan penipuan ini," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, Jumat (1/10/2021).

Uang tunai sebagai barang bukti dihadirkan dalam keterangan pers gelar pengungkapan perkara penipuan dengan skema Bussiness Email Compromise di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/10/2021).  Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Uang tunai sebagai barang bukti dihadirkan dalam keterangan pers gelar pengungkapan perkara penipuan dengan skema Bussiness Email Compromise di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/10/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Dikatakan Rusdi, ada empat orang tersangka yang ditangkap terkait kasus penipuan itu.

"Berhasil ditangkap kelompok ini ada empat orang. Ada dua perusahaan yang mengalami kerugian pada aktivitas ilegal ini yaitu, satu perusahaan dari Taiwan dan satu perusahaan dari Korea Selatan," ungkapnya.

Advertisement

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri Brigjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan, keempat tersangka yang ditangkap berinisial CT (25) seorang perempuan, NTS (38) perempuan, YH (24) laki-laki, dan SA alias FP (26) perempuan.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi (ketiga kiri), Karopenmas Div Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono (kedua kiri), Kasubag Jatinter Div Hubinter AKBP Juliarman (ketiga kanan), Police Attache Korsel Byun Chang Bum (kedua kanan), dan Police Liason Officer Taiwan Tom Kang (kanan) memberikan keterangan pers gelar pengungkapan perkara penipuan dengan skema Bussiness Email Compromise di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/10/2021).  Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi (ketiga kiri), Karopenmas Div Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono (kedua kiri), Kasubag Jatinter Div Hubinter AKBP Juliarman (ketiga kanan), Police Attache Korsel Byun Chang Bum (kedua kanan), dan Police Liason Officer Taiwan Tom Kang (kanan) memberikan keterangan pers gelar pengungkapan perkara penipuan dengan skema Bussiness Email Compromise di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/10/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

"Para tersangka melakukan penipuan dengan skema BEC (business email compromise) terhadap korban perusahaan SW yang berasal dari Korea Selatan dan WHF dari Taiwan. Menyebabkan kerugian perusahaan SW Rp 82 miliar, lalu untuk perusahaan WH kerugian Rp 2,8 miliar," katanya.

Asep menyampaikan, para pelaku telah menjalankan aksinya sejak tahun 2020. Modusnya, sindikat ini melakukan skema business email compromise yaitu, praktik penipuan di mana ditujukan kepada manajer keuangan atau bagian keuangan suatu perusahaan yang dilakukan dengan cara menyamar menjadi perusahaan mitra dagang korban, dengan tujuan mendapatkan dana yang seharusnya di transfer ke perusahaan rekan bisnis korban yang asli.

"Mereka memasukan data email mereka, dengan menggantikan satu digit di belakangnya. Di situ mereka komunikasi, menyampaikan ada perubahan tempat atau negara dan juga ada perubahan rekening apabila nanti terjadi suatu transaksi untuk mentransfer atau mengirim hasil bisnis itu ke rekening baru. Ini masih didalami kenapa bisa terjadi tanpa pengecekan atau konfirmasi, itu mereka bisa langsung melakukan transaksi dengan yang mengaku-ngaku dari perusahaan rekan bisnis," jelasnya.

Uang tunai sebagai barang bukti dihadirkan dalam keterangan pers gelar pengungkapan perkara penipuan dengan skema Bussiness Email Compromise di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/10/2021).  Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Uang tunai sebagai barang bukti dihadirkan dalam keterangan pers gelar pengungkapan perkara penipuan dengan skema Bussiness Email Compromise di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/10/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Menurut Asep, penyidik masih mendalami kemungkinan ada tersangka lain, karena berdasarkan penyelidikan perkara ini diduga terjadi di delapan negara.

"Kami akan kembangkan, ada beberapa orang yang kami dalami. Data sudah kami kantongi, tinggal melakukan penindakan. Dalam waktu dekat kita akan melakukan pengejaran pihak-pihak yang terkait untuk menindaklanjuti apa yang dilakukan empat tersangka ini, yang mengakibatkan perusahan-perusahaan lain menjadi korban," tandasnya.

Pada pengungkapan ini, penyidik menyita uang tunai Rp 29 miliar, tiga ponsel, sembilan buku tabungan, paspor para tersangka, 14 kartu ATM, sembilan buku cek bank, satu sepeda motor, tiga KTP tersangka, surat izin usaha, cap perusahaan, bukti pengambilan dana dari bank, dan bukti transaksi penukaran mata uang asing.

Uang tunai sebagai barang bukti dihadirkan dalam keterangan pers gelar pengungkapan perkara penipuan dengan skema Bussiness Email Compromise di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/10/2021).  Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Uang tunai sebagai barang bukti dihadirkan dalam keterangan pers gelar pengungkapan perkara penipuan dengan skema Bussiness Email Compromise di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/10/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang berita bohong yang mengakibatkan kerugian melalui transaksi elektronik dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Kemudian, Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

Selanjutnya, Pasal 82, Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Tindak Pidana Transfer Dana, ancaman hukuman 4 tahun dan denda Rp 1 miliar, dan Pasal 378 KUHP terkait penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun bui.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com