Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 kuliah umum bersama Universitas Airlangga, Selasa (13/10). Dengan pembicara utama dari 3 penulis buku PR Crisis Dr. Firsan Nova, Dian Agustine Nuriman, Mohammad Akbar dan pembicara dari Dosen Universitas Airlangga yaitu Dr. Santi Isnaini.

kuliah umum bersama Universitas Airlangga, Selasa (13/10). Dengan pembicara utama dari 3 penulis buku PR Crisis Dr. Firsan Nova, Dian Agustine Nuriman, Mohammad Akbar dan pembicara dari Dosen Universitas Airlangga yaitu Dr. Santi Isnaini.

Praktisi Public Relations Berperan Penting Amankan Citra dan Reputasi dari Krisis

Rabu, 13 Oktober 2021 | 20:08 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Dinamika perjalanan perusahaan menjadi tuntutan bagi praktisi public relations dalam mengantisipasi suatu krisis. Praktisi Public Relations memiliki peranan sangat penting bagi perusahaan dalam menghadapi krisis internal yang berpotensi menjadi krisis komunikasi.

Krisis internal yang tidak ditangani dengan benar akan bermetamofosis menjadi krisis komunikasi. Tugas dari Praktisi Public Relations yaitu menyelesaikan krisis dan mengembalikan public trust.

“Isu yang tidak dikelola maka akan menjadi krisis. Artinya kita gagal dalam mengelola isu,” ujar Firsan Nova selaku CEO Nexus Risk Mitigation and Strategic Communication.

Maka itu, kata dia, ada dua hal yang dapat dilakukan dalam mengamankan dari potensi krisis yaitu issue management dan risk management.

Hal ini menjadi topik yang dikupas dalam kuliah umum bersama Universitas Airlangga, Selasa (13/10). Dengan pembicara utama dari 3 penulis buku PR Crisis Dr. Firsan Nova, Dian Agustine Nuriman, Mohammad Akbar dan pembicara dari Dosen Universitas Airlangga yaitu Dr. Santi Isnaini.

Usai dalam menghadapi pertempuran krisis, mengembalikan public trust menjadi jalan keluar untuk mengembalikan citra dan reputasi.

“Pemulihan pasca krisis berawal dari bagaimana cara memperbaiki citra” tutur Dian Agustine Nuriman selaku founder NAGARUCommunication.

Dian Agustine menjelaskan proses pembentukan citra berawal dari menstimulus sesuatu yang ingin dibentuk, hal ini akan membentuk persepsi publik sehingga publik mengambil sikap koginisi ataupun motivasi terhadap perusahaan, sehingga dapat melihat respon dari publik.

Disisi lain, akbar menambahkan dalam menangani krisis dan mengembalikan citra tidak lengkap jika tidak mengola media. Media memiliki peranan penting dalam hal membingkai dan membentuk opini publik.

Dalam buku PR Crisis terdapat 18 pedoman menghadapi media disaat krisis diantara nya tunjukan kepedulian terhadap masyarakat, konsistensi dalam memberikan informasi dan jangan mengatakan “no comment” hal ini akan mengatakan banyak persepsi.

Santi Isnaini sebagai pembicara dari Universitas Airlangga menambahkan untuk tetap bertahan perusahaan harus berkembang dan melakukan perubahan. Dalam melakukan perubahan terdapat kemungkinan berpotensi terjadinya krisis. Komunikasi menjadi aktor terpenting dalam menghadapi krisis. Peran komunikasi dapat membangun kepercayaan publik.

 

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN