Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
dalam pengarahannya kepada Alumni peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 62 dan peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) 23 Lemhannas RI di Istana Merdeka, Rabu (13/10/2021).

dalam pengarahannya kepada Alumni peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 62 dan peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) 23 Lemhannas RI di Istana Merdeka, Rabu (13/10/2021).

Presiden Dorong Kampus Antisipasi Tren Pekerjaan Hilang di Masa Depan

Rabu, 13 Oktober 2021 | 21:45 WIB
Markus Junianto Sihaloho

JAKARTA, investor.id  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar perguruan tinggi di Indonesia cepat beradaptasi dengan perkembangan dunia. Seperti tren ke depan akan banyak pekerjaan yang saat ini ada, akan hilang dan muncul jenis-jenis pekerjaan baru.

Menurut Presiden Jokowi, kampus harus memastikan mahasiswa memahami berbagai perkembangan ilmu yang terus berkembang seperti matematika statistik, ilmu komputer, bahasa Inggris, hingga bahasa pemrograman.

"Perkembangan-perkembangan seperti ini kalau nggak kita segera antisipasi bisa ketinggal kita. Jadi mungkin di fakultas kedokteran harus secepatnya mulai ada mata kuliah tentang robotik. Tinggal skill baru harus selalu di-update teknologinya karena apa yang diajarkan oleh guru semester ini, nanti semester depan diajarkan lagi sudah usang," kata Jokowi.

Hal itu disampaikannya saat memberikan pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan  (PPSA) XXIII dan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII Tahun 2021 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya, universitas dan perguruan tinggi harus mampu mendorong mahasiswanya untuk belajar di mana saja, dengan siapa saja, berani mencoba hal-hal baru, dan tidak terjebak dengan rutinitas. Misalnya, para mahasiswa bisa diberi kesempatan untuk belajar di perusahaan teknologi.

"Taruh mahasiswa di sebuah perusahaan teknologi untuk mereka belajar. Misalnya apa itu hyperloop, apa itu Splash X, apa itu advance robotic. Semuanya memang harus, karena kecepatan perubahan betul-betul sangat cepat sekali," kata presiden.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan institusi pendidikan tinggi harus mampu mencetak dan melahirkan mahasiswa yang unggul dan utuh, sehat jasmani dan rohani, budi pekertinya baik, memiliki kebangsaan nasionalisme yang baik. Artinya, tugas perguruan tinggi itu tidak hanya mendidik di dalam kampus tetapi juga di luar kampus.

"Jangan sampai nanti di dalam kampus dididik mengenai kebangsaan, mengenai Pancasila, tetapi nanti di luar kampus ada yang mendidik lagi menjadi ekstremis garis keras atau radikal garis keras," pungkas Jokowi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN