Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi kapasitas lapas di Jatim.

Ilustrasi kapasitas lapas di Jatim.

Tingkat Overkapasitas Lapas dan Rutan di Jatim Naik 12%

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:45 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id -- Tingkat overkapasitas lembaga pemasyarakatan (Lapas) ataupun rumah tahanan (Rutan) di Jatim terus mengalami peningkatan. Sampai Oktober 2021 peningkatannya mencapai 12% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, Krismono menjelaskan, sampai Oktober 2021, 39 Lapas dan Rutan di Jatim dihuni sekitar 27.707 warga binaan. Jumlah itu melebihi kapasitas hunian yang seharusnya hanya 13.246 orang saja.

“Yang berstatus tahanan sekitar 6,3 ribu dan yang berstatus narapidana sekitar 21 ribu orang,” ujar Krismono di Surabaya, Rabu (13/10/2021).

Menurut Krismono,, peningkatan tertinggi terjadi pada jumlah warga binaan kasus terorisme dan narkotika. Adapun untuk warga binaan kasus Tipikor dan illegal logging justru menurun. Ia juga merinci, ada 10.106 warga binaan yang berlatar bandar narkotika dan 4.821 warga binaan yang merupakan pengguna narkotika.

Ilustrasi kapasitas lapas di Jatim.
Ilustrasi kapasitas lapas di Jatim.

Krismono menyebutkan, tahun lalu di periode yang sama, jumlah warga binaan yang divonis hakim sebagai bandar narkotika 6.709 orang. Lalu, untuk warga binaan yang divonis sebagai pemakai turun sekitar 20% dari tahun lalu.

“Ada peningkatan warga binaan dengan latar belakang kasus narkotika, yang terklasifikasi sebagai bandar dua kali lipat dari pemakai,” ujar Krismono.

Selain kasus narkotika, penghuni dengan hasil vonis kasus terorisme juga meningkat hampir dua kali lipat. Saat ini, jumlah warga binaan kasus terorisme berjumlah 33 orang. Pada oktober tahun lalu, jumlahnya hanya 19 orang saja.

“Untuk kasus terorisme kami sebar di Lapas-Lapas yang memang punya pengalaman khusus menangangi warga binaan dari kasus tersebut,” kata Krismono.

Berbeda dengan keduanya, jumlah warga binaan kasus Tipikor dan illegal logging justru menurun.

"Jika tahun lalu pada Oktober ada 436 orang warga binaan kasus tipikor. Sampai Oktober 2021 ini hanya tinggal 417 orang. Sedangkan untuk illegal logging saat ini hanya tinggal 88 orang saja," pungkas Krismono.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN