Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri persiapan kick off food estate di di Desa Lamuk, Kalikajar, Wonosobo, Jumat, 15 Oktober 2021. Sebelumnya di hari yang sama, Mentan juga menghadiri acara serupa di kawasan Embung Bansari, Kabupaten Temanggung. (Foto: Dok. Kemtan)

Mentan Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri persiapan kick off food estate di di Desa Lamuk, Kalikajar, Wonosobo, Jumat, 15 Oktober 2021. Sebelumnya di hari yang sama, Mentan juga menghadiri acara serupa di kawasan Embung Bansari, Kabupaten Temanggung. (Foto: Dok. Kemtan)

Mentan Dorong Wonosobo Jadi Pelopor Keberhasilan Food Estate

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 18:05 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong Kabupaten Wonosobo dan Temanggung agar mampu menjadi pelopor keberhasilan program food estate berbasis hortikultura. Sehingga, ke depannya, kedua kabupaten tersebut mampu menggerakan roda perekonomian lokal maupun nasional.

"Namanya food estate itu programnya harus jelas, terkonsepsi dan mempu mengelompokan petani ke dalam korporasi, sehingga skala ekonominya bisa diatur," ujar Mentan saat menghadiri persiapan kick off food estate di di Desa Lamuk, Kalikajar, Wonosobo, Jumat, (15/10).

Sebelumnya di hari yang sama, Mentan juga menghadiri acara serupa di kawasan Embung Bansari, Kabupaten Temanggung.

Mentan menilai persiapan food estate di Wonosobo sudah sangat baik, tinggal arealnya diperluas. Apalagi, kawasan tersebut memiliki potensi yang cukup besar karena berada di dataran tinggi lereng gunung sumbing.

"Seperti arahan bapak presiden, yang pertama itu jelas kelembagaannya, kedua, jelas market-nya, yang ketiga manajemen pengairannya bagus, kemudian menggunakan sistem modern dan yang ke empat tentu mekanisasi-mekanisasi yang kita terapkan," katanya.

Mentan berharap program tersebut bisa memenuhi kebutuhan, meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong peningkatan nilai. Apalagi produk pertanian Indonesia memiliki peminat yang cukup banyak di seluruh Indonesia.

"Dari persiapan ini kita berharap sektor pertanian tumbuh secara cepat. Dan jika ini berhasil akan menjadi contoh bagi kabupaten lain yang ada di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto, berdasarkan peta lokasinya, food estate Wonosobo memiliki luas area kurang lebih 332 hektar dan menjadi salah satu lokasi percontohan. Kawasan ini juga dinilai mampu menerapkan budidaya yang lebih efisien.

"Total petani yang terlibat ada 918. Gambaran analisis usaha taninya, dengan adanya food estate ini untuk biaya produksi bawang merah yang sebelumnya Rp 98 juta diperkirakan menjadi Rp 86 juta, bawang putih yang tadinya Rp 101 juta menjadi 95 juta," kata Prihasto.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan bahwa program food estate hadir memberikan harapan bagi masyarakat Wonosobo. Pasalnya, harga dijamin, pasar dijamin bahkan permodalan dijamin perbankan dengan adanya KUR.

"Kita selalu berada di garda terdepan untuk memajukan pertanian di Wonosobo. Bupati, Wakil Bupati, petani dan masyarakat hadir di sini antusias dan siap menjadikan Wonosobo sebagai salah satu lokasi food estate," kata Afif.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN