Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Demo Guru Honorer

Demo Guru Honorer

P2G Soroti Nasib Guru Honorer Lolos  Seleksi P3K  Tahap I Tapi Tak Ada Formasi

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 22:34 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id-  Peserta seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) tahun 2021 tahap II akan berlangsung November mendatang. Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menyoroti nasib para guru honorer yang telah lolos passing grade seleksi P3K tahap I,  namun tidak ada formasi dan tidak dapat formasi karena mereka tidak berasal dari sekolah induk.

“Padahal  nilai mereka di atas passing grade (PG). P2G memohon kepada KemenPAN RB dan BKN, agar mereka yang nilainya di atas PG tidak perlu mengikuti tes tahap 2 dan 3 lagi. Artinya otomatis dinyatakan lulus dan ditempatkan. cukup banyak anggota P2G yang hasil nilai tesnya di atas  passing grade  dalam P3K tahap 1, tetapi tidak ada formasi di sekolah tempat mereka mengajar atau mereka tak lolos karena bukan berasal dari sekolah induk, ini kan kasihan sekali,” kata Satriwan saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (16/10/2021).

Satriwan menambahkan, terkait masih minimnya  formasi yang diajukan sekolah ke pemerintah daerah (pemda) maupun yang disetujui pemda dan pemerintah pusat menjadi fakta menyedihkan secara nasional. Ia mencontohkan kasus di Kabupaten Garut, Jawa Barat, formasi yang disetujui pemda hanya 196 formasi, sedangkan jumlah kebutuhan formasi guru honorernya mencapai angka 8.801 formasi.

Sementara itu dalam tes P3K tahap 1, Satriwan menyebutkan,  peserta yang lulus passing grade diperkirakan lebih dari 1.000 orang. Sayangnya, mereka tak bisa menjadi P3K karena  minimnya formasi yang tersedia. Oleh karena itu, P2G berharap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo untuk menambah jumlah formasi guru P3K.

“Kami betul-betul memohon kepada Mas Menteri Nadiem Makarim dan MenPAN-RB untuk menambah jumlah formasi guru P3K, mendorong pemerintah pusat berkoordinasi dan mendesak pemda, agar mengusulkan tambahan formasi guru P3K, sedapat mungkin disesuaikan dengan angka kebutuhan yang ril di daerah, agar dapat mengakomodir semua guru honorer,” ucapnya.

Satriwan mengatakan, perlu memenuhi kebutuhan angka ril di lapangan  karena formasi guru P3K yang tersedia terbatas. Untuk  2021, pemda  hanya mengajukan  506.252 formasi. Padahal Mendikbudristek membuka 1.002.616 formasi.

“Ini kan masalah pokoknya. P2G meminta pemda dan pemerintah pusat mengkalkulasi dan membuat roadmap guru honorer yang lulus P3K nanti. Bagaimana penempatan mereka setelah lulus, mendapatkan SK dari pemerintah daerah. Sebab, perlu diingat keberadaan guru P3K bisa berpotensi menggeser keberadaan guru honorer yang sudah ada di sekolah tersebut. Bisa-bisa para guru honorernya terbuang, lalu mau dikemanakan,” ucap Satriwan.

Satriwan menjelaskan, persoalan guru honorer kategori 2 (K-2)  di daerah yang tidak lulus tes P3K tahap 1 adalah tidak adanya formasi di sekolah induk. Mayoritas guru pendidikan agama Islam (PAI) dan bahasa daerah atau bahasa asing selain bahasa Inggris.

Untuk itu, G2G mengusulkan Kementerian Pendidikan,  Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menambah formasi guru PAI dan Muatan Lokal (Mulok) agar berlaku nasional, sehingga terserap dan sesuai kebutuhan ril daerah guru  Mulok, misalnya Bahasa Sunda, mereka terpaksa mendaftar P3K ke formasi  mata pelajaran lain.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN