Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Staf Kepresidenan RI  Moeldoko  mewakili Tim Nasional Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) dalam diskusi bertema

Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko mewakili Tim Nasional Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) dalam diskusi bertema "Mengakhiri Korupsi di Impor Pangan dan Kesehatan".

Neraca Komoditas & SSm Perizinan Tekan Korupsi pada Impor Pangan dan Kesehatan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:24 WIB
Fajar Widhiyanto

JAKARTA, Investor.id - Salah satu aksi pencegahan korupsi yang dilaksanakan di Stranas PK pada tahun 2021-2022 adalah Perbaikan Integrasi Data Ekspor Impor pada Komoditas Pangan dan Kesehatan dengan tujuan utama adalah perbaikan tata kelola impor/ekspor melalui sistem database yang akurat dan mutakhir serta mekanisme pengawasan melekat di sektor pangan strategis dan kesehatan.

Hal ini mengemuka dalam Bincang Stranas PK yang digelar Selasa (19/10) bertema “Mengakhiri Korupsi di Impor Pangan dan Kesehatan, implementasi neraca komoditas dan Single Submission (SSm) Perizinan”. Acara yang dilakukan secara virtual dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartanto, dan Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko yang hadir mewakili Tim Nasional Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK). Hadir pula Sekretaris Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, dan Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK selaku Koordinator Pelaksana Stranas PK Pahala Nainggolan, yang menyampaikan paparan materi mengenai isu terkait.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam rapat terbatas Presiden selalu menegaskan setiap rupiah yang keluar dari APBN semua harus dipastikan memiliki manfaat ekonomi, bermanfaat bagi rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Oleh karena itu 12 aksi pencegahan korupsi yang ada di Stranas PK tahun 2021-2022 sangat relevan dan telah disusun sesuai dengan arahan Presiden, khususnya untuk peningkatan kemudahan berusaha dan perizinan, pemulihan ekonomi dan penanganan pandemik serta peningkatan indeks persepsi korupsi. Aksi perbaikan tata kelola impor/ekspor komoditas khususnya pangan strategis dan alat kesehatan dapat menjadi aksi yang dapat memperbaiki tata kelola dan mampu mencegah potensi kerugian negara”, tegas Moeldoko.

Aksi Stranas PK ini, dilaksanakan berdasarkan pemahaman atas permasalahan yang terkait Tata Kelola Ekspor Impor, seperti Perizinan Impor yang dinilai tidak transparan, sehingga menimbulkan potensi penyalahgunaan wewenang, tidak tepat waktu dan jumlah, sehingga tidak memberikan kepastian hukum dan kepastian usaha, yang akan merugikan para Pelaku Usaha.

Selain itu, proses bisnis Perizinan Ekspor Impor masih dilakukan secara terkotak-kotak, terpisah dan tersebar di masing-masing Kementerian/ Lembaga terkait. Hal ini akan menjadi tantangan utama, bagi Kebijakan Perdagangan Indonesia, berkaitan dengan upaya menciptakan Pengelolaan Ekspor Impor yang transparan, efisien, dan tepat sasaran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian  Airlangga Hartanto dalam acara ini  menyampaikan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lembaga National Single Window (LNSW), dan Kementerian/ Lembaga terkait untuk bersinergi membangun sebuah Sistem Nasional, Data dan Informasi yang menggambarkan situasi konsumsi dan produksi komoditas tertentu, yang disebut sebagai Neraca Komoditas

“Neraca Komoditas ini akan menjadi referensi utama dalam perumusan kebijakan pemerintah di bidang eskpor-impor, dan mempunyai tiga fungsi utama, yaitu sebagai dasar penerbitan Persetujuan Impor dan Persetujuan Ekspor, sebagai acuan data Produksi dan Konsumsi Nasional, serta sebagai acuan untuk pengembangan industri nasional” jelas Airlangga Hartanto.

Pahala Nainggolan selaku Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK/ Koordinator Pelaksana Stranas PK menyampaikan capaian dari aksi Perbaikan Integrasi Data Ekspor Impor pada Komoditas Pangan dan Kesehatan yang dilaksanakan oleh Stranas PK.

“Saat ini sudah 13,8 % validasi data ketersediaan Nasional yang sinkron dengan kebutuhan nasional dan realisasi import. Kami sangat mengharapkan partisipasi dari asosiasi, pelaku usaha, Kementerian dan Lembaga untuk satu perbaikan data dan memberikan masukan mengenai sistem yang masih kurang memadai agar dapat terus ditingkatkan”, ucap Pahala Nainggolan.

Lebih lanjut dijelaskan lebih rinci mengenai tata kelola ekspor dan impor komoditas yang dilaksanakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian - Susiwijono Moegiarso.

“Neraca Komoditas akan disediakan dalam suatu Sistem Interface Tunggal yang Terintegrasi secara nasional, yang disebut Sistem Nasional Neraca Komoditas (S.N.A.N.K. atau dibaca “senang”, red) yang merupakan sub sistem dari sistem Indonesia National Single Window (INSW). Apabila program Neraca Komoditas ini telah berlaku, maka untuk semua proses Perizinan Ekspor dan Impor, para Pelaku Usaha cukup berhubungan dengan SNANK, dan selanjutnya SNANK akan mengalirkan data dan informasi dari Pelaku Usaha tersebut kepada Kementerian Lembaga terkait. Melalui Sistem Pelayanan Perizinan Ekspor Impor yang terintegrasi seperti ini, diharapkan dapat memudahkan Pelaku Usaha serta menghilangkan redundansi dan duplikasi data” ucap Susiwijono Moegiarso.

Untuk mewujudkan kebijakan pengaturan ekspor dan impor yang akurat dan tepat sasaran, Pemerintah menetapkan penyusunan Neraca Komoditas, yang menyediakan data dan informasi, terkait kebutuhan dan pasokan untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Neraca Komoditas juga mempertimbangkan persyaratan lain yang tertuang dalam norma, standar, persyaratan, dan kriteria perizinan berusaha di bidang perdagangan.

Hadir dalam kegiatan ini juga perwakilan dari pelbagai asosiasi ekspor – impor ikut dalam diskusi mengenai tantangan dan usulan kebijakan serta peningkatan kepatuhan pelaku usaha pada rencana kebutuhan ekspor dan impor.

 

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN