Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Satgas Waspada Investasi menyampaikan dukungan terhadap penegakan hukum yang dilakukan Bareskrim terhadap pelaku pinjaman online ilegal dalam jumpa pers pengungkapan kasus pinjol ilegal di Kantor Bareksrim Polri, Kamis. Hadir dalam jumpa pers itu Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Helmi Santika, Karo Penmas Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono dan Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah.

Ketua Satgas Waspada Investasi menyampaikan dukungan terhadap penegakan hukum yang dilakukan Bareskrim terhadap pelaku pinjaman online ilegal dalam jumpa pers pengungkapan kasus pinjol ilegal di Kantor Bareksrim Polri, Kamis. Hadir dalam jumpa pers itu Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Helmi Santika, Karo Penmas Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono dan Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah.

Bongkar 13 Kasus Pinjol, Polri Bekuk 57 Tersangka

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:25 WIB
Bayu Marhaenjati

JAKARTA, investor.id - Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto, mengatakan Polri telah mengungkap 13 kasus dan menangkap 57 tersangka terkait perkembangan penindakan pinjaman online (pinjol) ilegal. 

"Saya sampaikan perkembangan penanganan kasus pinjaman online ilegal yang dilaksanakan oleh jajaran Polri sesuai instruksi bapak Presiden melalui bapak Kapolri, kita sudah mengungkap 13 kasus dengan 57 tersangka yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia," ujar Agus, dalam jumpa pers secara daring, Jumat (22/10/2021).

Dikatakan Agus, belasan kasus pinjol ilegal itu diungkap jajaran Dittipid Eksus Bareskrim Polri, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Kalimantan Barat, dan Polda Jawa Tengah.

"Sementara perkembangan dari penanganan kasus tersebut sedang kita analisis, kemudian hasil daripada analisis ini akan kita distribusikan kepada seluruh wilayah agar pelaku-pelaku usaha pinjaman online ilegal ini bisa kita tindak sesuai dengan apa yang sudah diputuskan pemerintah," ungkapnya.

Agus menyampaikan, pinjaman online ilegal secara obyektif dan subyektif tidak memenuhi unsur keperdataan. "Artinya kepada mereka, tindakan-tindakan mereka adalah illegal, sehingga ini perlu kita lakukan penindakan," katanya.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN