Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Sumber: BSTV

Menkes Budi Gunadi Sadikin. Sumber: BSTV

Menkes Pastikan Pelaksanaan Prokes Jelang Natal dan Tahun Baru

Senin, 1 November 2021 | 20:56 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan  pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) tetap dilakukan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19, pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

Hal itu ditegaskan Menkes saat memberikan keterangan pers usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (1/11/2021) secara virtual.

“Protokol kesehatan ini menjadi penting karena memang mumpung Indonesia  kasus Covid-19 sedang turun sekarang, kita ingin memastikan bahwa implementasi protokol kesehatan bisa kita lakukan dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi lonjakan lagi, terutama nanti menghadapi Nataru,” tegas Menkes.

Ia  menambahkan, Presiden  Joko Widodo (Jokowi) juga telah memberikan arahan kepada jajarannya untuk mempersiapkan langkah antisipasi jelang Natal dan Tahun Baru ini.

“Bapak Presiden, pada minggu lalu sudah memberikan arahan. Nanti Pak Menko PMK yang akan menjadi koordinator untuk memastikan di periode Nataru tahun ini dan awal tahun depan tidak terjadi lonjakan dari kasusnya konfirmasi,” katanya.

Lebih lanjut Menkes menambahkan, upaya mempertahankan situasi pandemi pada level yang rendah seperti saat ini juga sangat penting karena Indonesia akan menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional pada tahun mendatang.

“Kami juga mati-matian mempertahankan ini karena akan banyak event internasional besar tahun depan di Bali, seperti acara COP26 meeting  terkait lingkungan, kemudian acara G20, dan banyak acara lainnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, imbuh Menkes,  tahun ini pemerintah berencana akan melakukan pilot project pelaksanaan pertemuan internasional, di antara pertemuan di kesehatan, turnamen bulu tangkis, hingga pertemuan pertama G20.

“Kita akan melihat di pilot project itu apa saja yang baik, apa saja yang perlu diperbaiki agar nanti pada saat pertemuan internasional yang memang terjadi tahun depan sudah jauh lebih siap, jauh lebih teruji protokol kesehatan kita,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga terus memastikan pelaksanaan protokol kesehatan pada pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah. Saat ini, ungkap Menkes, pemerintah telah menjalankan surveilans aktif untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 pada PTM terbatas.

“Datanya menunjukkan memang ada beberapa sekolah yang kena, artinya ada kasus konfirmasi, tapi jumlahnya relatif sedikit. Apalagi yang kasus konfirmasi yang di atas lima persen, positivity rate by sekolah kita juga datanya sudah ada dan data itu sudah kita share dengan Kementerian Pendidikan,” jelas dia.

Ke depan, lanjutnya, akan dibuat sistem sehingga setiap satuan tugas penanganan Covid-19 di sekolah bisa melihat informasi sampai ke detail warga sekolah yang terkonfirmasi kasus Covid-19.

“Kita berikan juga aksesnya ke levelnya kabupaten/kota, jadi kepala dinas pendidikan, kepala dinas kesehatan, juga bupati/wali kota bisa melihat seluruh sekolahnya hariannya seperti apa hasil surveilansnya, demikian juga naik ke level provinsi sampai level nasional,” jelas dia.

Dengan langkah tersebut, diharapkan dapat segera dilakukan tindakan jika terdapat kasus Covid-19 di satuan pendidikan.

“Kalau ada lonjakan-lonjakan dini dari kasus di level kelas tertentu, kita bisa tutup kelasnya saja. Kalau itu juga sudah agak menyebar ke sekolah, kita akan menutup 14 hari sekolahnya saja. Tapi yang lainnya, sekolah yang lain tetap masih bisa berjalan. Dan sesudah 14 hari sekolahnya juga bisa melakukan tatap muka lanjutan dengan perbaikan dari implementasi protokol kesehatannya,” ujar Menkes.

Menkes berharap pendidikan tatap muka terbatas dapat tetap berlangsung dan penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan.

“Dengan demikian, kita akan bisa mengendalikan pandemi ini tapi tetap beraktivitas secara normal. Karena pendidikan tatap muka ini penting sekali,” kata Menkes.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN