Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nadiem Makarim saat menjadi pembina  Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2021 di kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Nadiem Makarim saat menjadi pembina Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2021 di kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

HGN 2021, Nadiem Kenang Perjuangan Guru Awal Pandemi

Kamis, 25 November 2021 | 09:43 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2021, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim kembali mengenang perjuangan para guru awal pandemi Covid-19.

“Tahun lalu adalah tahun yang penuh ujian. Kita semua tersandung dengan adanya pandemi. Guru dari Sabang sampai Merauke terpukul secara ekonomi, terpukul secara kesehatan, dan terpukul secara batin,” ujar Nadiem saat menjadi pembina  Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2021 di kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Upacara HGN ini   disiarkan langsung  di kanal You Tube Kemendikbud RI,  Kamis (25/11/2021).

Nadiem menuturkan, para guru harus mengubah skema pembelajar  yakni mau tidak  mau guru harus  mendatangi rumah-rumah pelajar untuk memastikan mereka tidak ketinggalan pelajaran.

Selain itu, guru mau tidak mau mempelajari teknologi yang belum pernah mereka kenal. Guru mau tidak mau menyederhanakan kurikulum untuk memastikan murid mereka tidak belajar di bawah tekanan.

Nadiem mengatakan, guru di seluruh Indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian dan kehilangan disiplin. Tidak hanya tekanan psikologis karena pembelajaran jarak jauh (PJJ), banyak guru mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa makan.

“Sangat wajar jika dalam situasi ini banyak guru yang terdemotivasi. Tapi ternyata ada fenomena yang tidak terkira. Saat saya menginap di rumah guru honorer di Lombok Tengah, saat saya menginap di rumah Guru Penggerak di Yogyakarta, saat saya menginap bersama santri di pesantren di Jawa Timur, saya sama sekali tidak mendengar kata putus asa,” ucapnya.

Nadiem menceritakan saat sarapan  bersama guru, ia mendengarkan terobosan-terobosan yang ingin dilakukan oleh guru dan sekolah.

“Wajah mereka terlihat semangat membahas platform teknologi yang cocok dan tidak cocok untuk mereka. Dengan penuh percaya diri, mereka memuji dan mengkritik kebijakan dengan hati nurani mereka,” ucapnya.

“Di situlah saya baru menyadari bahwa pandemi ini tidak memadamkan semangat para guru, tapi justru menyalakan obor perubahan. Guru-guru se-Indonesia menginginkan perubahan, dan kami mendengar,” ucapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN