Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim bersama tiga guru SD.menikmati tayangan foto kenangan semasa SD

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim bersama tiga guru SD.menikmati tayangan foto kenangan semasa SD

Nadiem  Senang Bertemu Kembali Para Guru Semasa SD 

Kamis, 25 November 2021 | 19:01 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Dalam rangka  memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2021, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mendapat kejutan  kedatangan para guru semasa dirinya duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Dengan wajah sumringah, Nadiem mengajak ketiga gurunya yang merupakan guru SD  Al-Izhar Pondok Labu, Jakarta untuk naik ke atas panggung.

“Saya diberitahu bahwa 3 guru saya dari SD ternyata  hadir di sini. Pak Anwar,  Bu Nina, dan Bu Ina  tolong ikut ke sini (ke panggung),” ajak Nadiem kepada ketiga gurunya pada acara  Hari Guru Nasional (HGN) 2021 yang bertema "Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan" di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (25/11/2021).

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim reuni bersama tiga guru SD.
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim reuni bersama tiga guru SD.

Ketika ketiga gurunya telah tiba di panggung, Nadiem langsung memeluk satu per satu gurunya yang  belum pernah ditemui  selama 25 tahun.

Selanjutnya, Nadiem langsung mengajukan pertanyaan kepada gurunya  tentang posisinya sekarang sebagai Mendikbudristek. “Pertama, saya mau tanya, ngira enggak saya jadi menteri? Ayo jujur,” tanya Nadiem sambil tersenyum.

Pertanyaan tersebut dijawab oleh bu Nina, ia mengaku  tidak pernah mengira Nadiem akan menjadi Mendikbudristek. Namun, ia meyakini Nadiem kecil akan menjadi pemimpin.

“Kalau jadi menteri mungkin saya enggak mengira, tapi kalau jadi pemimpin iya. Jadi pemimpin apa saja karena itu sudah kelihatan sejak Nadiem kelas 3,” ucapnya.

Jawaban bu Nina disetujui oleh Pak Anwar yang pernah menjadi wali kelas Nadiem ketika SD kelas VI.   Ia mengatakan, Nadiem kecil menjadi murid yang paling paling bawel  dan paling kritis.

Sejenak Nadiem langsung kembali mengingat masa berseragam merah putih. Ia mengatakan, Nadiem kecil merupakan sosok yang dikenal suka bertanya.

“Saya pernah bermasalah waktu SD dulu, karena saya sempat dituduh  menanyakan terlalu banyak pertanyaan. Itu benar enggak sih,” tanyanya.

Ketiga guru Nadiem menyetujui hal tersebut. Bu Ina menuturkan, Nadiem kecil merupakan sosok kritis mengetahui hal baru, inovasi dan menarik. 

“Dan dulu  panggilnya Nadiem,  saya sangat gemes dengan tampilannya selalu ceria, cemerlang dan tidak pernah berwajah sedih,” ucapnya.

Mendapat pujian dari para gurunya, Nadiem terlihat sangat bahagia dan kembali bertanya apakah para gurunya repot mempunyai murid seperti dirinya.

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim bersama tiga guru SD.menikmati tayangan foto kenangan  semasa SD
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim bersama tiga guru SD.menikmati tayangan foto kenangan semasa SD

Menurut pak Anwar, murid seperti Nadiem menuntun para guru untuk belajar karena Nadiem memiliki rasa ingin tahu sangat besar. Bahkan, Nadiem kecil mengajak para gurunya berdiskusi tentang nuklir.

“Kita banyak belajar dari mas menteri kecil ini dulu. Tahun 1996 sudah ngomongin nuklir. Saya masih ingat itu,” ucap Anwar pernah menjadi walih kelas Nadiem.

“Jadi teman-teman saya  ini benar-benar dididik oleh guru-guru hebat  dan kebetulan saja, enggak semua guru  seperti bu Nina, bu Ina dan Pak Anwar. Satu hal yang selalu saya ingat dari mereka bertiga itu adalah kencang  tetapi selalu memberi ruang  ekspresi. Jadi mengapresiasi pertanyaan,” kenang Nadiem.

Mengakhiri reuni singkat,  Nadiem dan para gurunya disuguhi dengan potret-potret Nadiem kecil. Salah satu  foto, Nadiem bersama  teman-temannya  dan  pak Anwar  setelah  menyelesaikan  Ebtnnas.

“Dulu namanya Ebtanas iya, sekarang  sudah dibuang sama mas menteri. Jangan salah, saya Ebtanas dulu tinggi bukan karena saya mendapat nilai jelek sampai dihilangkan,” ucap Nadiem sambil tertawa.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN