Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) dari National Institutes of Health (NIH), menunjukkan mikrograf elektron berwarna yang dipindai dari sel apoptosis (merah) yang sangat terinfeksi partikel-partikel virus SARS -COV-2 (kuning), dari sampel pasien yang diisolasi di Fasilitas Riset Terintegrasi (IRF) NIAID, di  Fort Detrick, Maryland, Amerika Serikat (AS). Komunitas intelijen AS telah menyimpulkan pada 30 April 2020, bahwa virus corona, yang telah menyapu dunia, berasal dari Tiongkok tetapi tidak dibuat oleh manusia atau direkayasa. ( Foto: HANDOUT / NATIONAL INSTITUTE OF ALLERGY AND INFECTIOUS DISEASES / AFP )

Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) dari National Institutes of Health (NIH), menunjukkan mikrograf elektron berwarna yang dipindai dari sel apoptosis (merah) yang sangat terinfeksi partikel-partikel virus SARS -COV-2 (kuning), dari sampel pasien yang diisolasi di Fasilitas Riset Terintegrasi (IRF) NIAID, di Fort Detrick, Maryland, Amerika Serikat (AS). Komunitas intelijen AS telah menyimpulkan pada 30 April 2020, bahwa virus corona, yang telah menyapu dunia, berasal dari Tiongkok tetapi tidak dibuat oleh manusia atau direkayasa. ( Foto: HANDOUT / NATIONAL INSTITUTE OF ALLERGY AND INFECTIOUS DISEASES / AFP )

Kemenkes:  Covid-19 Varian "Nu" Belum Ditemukan di Indonesia

Sabtu, 27 November 2021 | 06:56 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id -  Sejumlah ahli menyebutkan varian baru Covid-19 dengan kode B.1.1.529,  atau Nu, yang menyebar di Afrika Selatan (Afsel) punya potensi penularan  lebih besar dari varian Delta. Meski demikian, varian Nu dikabarkan telah terdeksi di Hongkong, China. 

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga saat ini varian  baru tersebut belum ditemukan di Indonesia. “Sampai sekarang belum terdeteksi,  tapi kita tetap jalan  pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS),” kata Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (26/11/2021).

Nadia mengatakan, pemerintah  untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19, telah mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Coronavirus Disease 2019 pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

Dalam Inmendagri terbaru itu, kata Nadia,  pemerintah melarang masyarakat untuk mudik dan cuti saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Oleh karena itu, Nadia mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan telah ditetapkan pemerintah.  Pasalnya, semua pihak harus berkaca pada peningkatan kasus Covid-19 pada  saat libur panjang yang terjadi selama ini.

“Jumlah orang yang sakit dan membutuhkan perawatan rumah sakit sangat banyak. Kita tidak ingin  situasi seperti itu  mencekam terjadi kembali,” ucapnya.

“Kita semua ingin aktivitas sudah dimulai ini tetap terjaga baik, jangan sampai kemudian kita harus menarik rem lagi untuk  kondisi menghentikan kembali kegiatan ita tadi,” tutupnya. 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN