Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wali Kota Bogor Bima Arya saat memimpin peringatan HUT ke-50 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), di Balai Kota, Senin (29/11/2021).

Wali Kota Bogor Bima Arya saat memimpin peringatan HUT ke-50 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), di Balai Kota, Senin (29/11/2021).

Bima Arya: ASN Harus Jadi Teladan dalam Tindakan 

Senin, 29 November 2021 | 22:15 WIB
Vento Saudale

BOGOR, investor.id  - Wali Kota Bogor Bima Arya memimpin peringatan HUT ke-50 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Senin (29/12/2021). Bima menekankan, aparatur sipil negara (ASN) harus menjadi teladan dalam aksi dan tindakan.

Bima dalam pidatonya menerangkan, ASN Pemkot Bogor tidak ada kata henti dalam inovasi. Kota Bogor harus didorong lebih cepat dalam perubahan lebih baik dan ASN harus berada di garis terdepan.

"Jangan pernah lelah untuk berubah. Hidup itu adalah perubahan. Saya minta kepada semuanya tidak hanya untuk memberikan dukungan secara lisan, tetapi juga untuk memberikan keteladanan dalam bentuk aksi dan tindakan," seru Bima Arya.

Kota Bogor, kata dia, mencatatkan sejarah para ASN - ASN andal yang meniti karir dari bawah hingga yang mampu menjadi pemimpin di Kota Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya saat memimpin peringatan HUT ke-50 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), di Balai Kota, Senin (29/11/2021).
Wali Kota Bogor Bima Arya saat memimpin peringatan HUT ke-50 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), di Balai Kota, Senin (29/11/2021).

"Pak Muhammad, Wali Kota Bogor yang dikenal pada masanya membangun ikon Kota Bogor yang sampai saat ini identik dan menjadi kebanggaan Kota Bogor. Lalu Pak Suratman yang pada masa pengabdiannya dikenal sebagai wali kota yang selalu turun ke lapangan, mengomandoi semua kegiatan pelayanan," urai Bima Arya.

Bahkan di zaman Wali Kota Suratman, dikenal jika ada lurah yang tidak berprestasi atau memiliki catatan, maka akan diberi plat hitam sebagai penanda.

Namun pada masa Suratman inilah Kota Bogor menerima banyak sekali penghargaan, karena sistem punishment yang diterapkan.

Dilanjut dengan kepemimpinan Wali Kota Edi Gunardi dan Iswara Natanegara yang dikenal sangat disiplin.

Bahkan, terkadang keras dan detail. Kegiatan rapat tidak saja pagi, siang, atau sore. Akan tetapi malam hari pun dilakukan untuk mengecek dan melakukan perencanaan yang matang dan detail.

"Juga di masa Pak Diani, dilakukan banyak sekali terobosan untuk mendekatkan pemerintah dengan warganya. Beliau identik dengan subuh keliling berkomunikasi dengan para ulama dengan warga tokoh masyarakat dengan cara yang sangat sangat humanis," urainya.

Bima Arya menegaskan, para pendahulu ASN Kota Bogor memulai karir dari jenjang yang paling bawah.

Namun, ikhtiar untuk melakukan adaptasi terus dilakukan untuk terus lebih baik lagi melayani warga. Untuk itu ia mengajak seluruh ASN saling menghormati, belajar dan ikhtiar dari para pendahulu.

Di akhir upacara peringatan HUT ke-50 Korpri, ada 10 ASN termasuk Sekretaris Daerah (Sekda), Syarifah Sofiah yang mendapat Satyalancana dari Wali Kota Bogor atas puluhan tahun pengabdiannya sebagai ASN.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN