Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Dokumen Divisi Humas Polri).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Dokumen Divisi Humas Polri).

Kapolri Minta Capaian Positif Penanganan Covid Dipertahankan

Sabtu, 4 Desember 2021 | 14:39 WIB
Bayu Marhaenjati

BALI, investor.id  - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta agar capaian positif pengendalian pandemi Covid-19 terus dipertahankan. Dia pun mengapresiasi kerja keras personel dalam penanganan Covid-19.

"Saya dorong rekan-rekan terus pertahankan posisi yang diraih berbagai pencapaian, dan ucapan apresiasi ke seluruh rekan-rekan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus pertahankan,” ujar Listyo dalam pengarahan Apel Kasatwil Polri, Jumat (3/12/2021) malam.

Listyo mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya pada seluruh personel Polri baik di Mabes, Polda, Polres, Polsek hingga pulau terpencil yang telah melaksanakan tugasnya menangani Covid-19 dengan baik.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi- tingginya,” ungkapnya.

Menurut Listyo, kerja keras personel Polri bersama instansi lainnya dalam penanganan pandemi Covid-19, memberikan optimisme kepada negara untuk bangkit dan keluar dari hantaman pandemi.

Indonesia berhasil menggelar event nasional seperti PON Papua, kemudian event internasional World Superbike, di Mandalika, NTB dan Indonesia Badminton Festival (IBF) di Bali. Bahkan berkat kerja keras penanganan Covid-19, Indonesia dipercaya untuk menyelenggarakan Presidensi G20 dan event MotoGP, di Sirkuit Mandalika.

Dalam arahannya, Listyo juga menyinggung soal transformasi menuju Polri Presisi. Transformasi perubahan adalah keharusan sebagai organisasi modern, dan bisa menjadi upaya menjawab tantangan masyarakat yang mengharapkan Polri lebih baik.

Listyo berharap, agar kualitas dari program-program yang dibuat serta inovasi yang dilakukan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain itu, hindari tindakan-tindakan kontraproduktif yang berdampak kepada organisasi.

“Karena jargon salam Presisi tidak hanya berhenti sampai di situ. Tapi bagaimana kemudian salam Presisi betul-betul dirasakan di hati masyarakat,” katanya.

Listyo menegaskan, transformasi perubahan mutlak dilakukan dan menjadi arus pikir bersama seluruh personel. Polri sebagai organisasi besar harus menyesuaikan diri dengan kondisi dan keadaan di tengah perkembangan zaman.

Setiap personel Polri, katanya, wajib memiliki tiga kompetensi, yakni kompetensi teknis terkait dengan profesionalisme. Kemudian, kompetensi leadership yang mumpuni saat memimpin dari satuan terkecil hingga terbesar, dan kompetensi etika.

“Yang paling sulit kompetensi etika. Inilah kultur, budaya organisasi bagaimana kita tanamkan nilai baik untuk dibiasakan sehingga itu menjadi perilaku keseharian, itu menjadi suatu modal keutamaan. Tanpa kita sadari kalau ini bisa kita lakukan, maka risiko untuk lakukan pelanggaran akan berkurang,” jelasnya.

Listyo meyakini, jika dapat mengubah kultur budaya organisasi, maka Polri akan betul-betul dicintai dan sangat dekat dengan masyarakat.

“Ini adalah hal yang mungkin paling sulit karena memang gimana kita harus mampu mengubah dari zona nyaman, namun di sisi lain ini harus kita lakukan. Apabila kita ingin organisasi kita jadi baik, apabila kita ingin anggota kita baik, tanamkan budaya untuk berbuat baik. Ini harus dilakukan berulang-ulang,” katanya.

Listyo menyampaikan, manajemen metode juga penting dilakukan dalam transformasi Polri Presisi dengan mengedepankan pola pemolisian prediktif untuk mencegah dan menyelesaikan segala permasalahan sosial serta kejahatan di masyarakat. Mengatur tugas dengan pendekatan preemtif, preventif dan represif.

"Ke depan tentunya kita juga menginginkan Polri dapat memanfaatkan teknologi informasi yang dapat terkoneksi dengan satu kesatuan big data. Contohnya yang dimiliki Kemenkes untuk aplikasi PeduliLindungi. Ini tentunya menjadi sangat baik apabila kita dapat mengelola semua data menjadi satu antara kementerian/lembaga. Sehingga peristiwa di suatu tempat dapat kita baca dan kita lakukan upaya preemtif dan preventif sebelum kejahatan terjadi. Ini merupakan cita-cita dan harapan ke depan," ucapnya.

Listyo juga mengatakan, soal manajemen sarana dan prasarana, termasuk manajemen anggaran. Jajaran Polri diminta untuk terus menyesuaikan lingkungan strategis. Dalam hal ini, tentunya harus dipastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan tugas disiapkan guna menghadapi tantangan tugas ke depannya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN