Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden: Kita Harus Melompat untuk Mendahului Negara Lain

Senin, 6 Desember 2021 | 12:22 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia harus menemukan cara-cara baru dan mencari rel-rel baru untuk mencapai kemajuan pada era digital saat ini.

Sebagai negara demokrasi nomor tiga terbesar di dunia, Indonesia harus berinovasi dengan  melakukan lompatan-lompatan besar serta tidak mengikuti jejak negara-negara maju dalam meraih kemajuan.

"Kita tidak boleh menggunakan anak tangga yang dulu dilalui negara-negara maju. Kalau itu kita lakukan, kita tidak mungkin bisa mendahuluinya. Ini pasti. Oleh karena itu, kita tidak cukup hanya naik tangga. Kita harus melompat. Kalau tidak melompat untuk mendahului negara lain," kata Presiden Jokowi saat berpidato pada Pembukaan Kongres DPP  Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/12/2021).

Presiden Jokowi menyatakan, sebagai rumah besar kaum nasionalis dan kaum marhaenis  PA GMNI harus menjadi yang terdepan dalam merawat nasionalisme yang setia kepada Pancasila dan UUD 1945, yang selalu memperkuat persatuan dan kesatuan, serta memperkokoh kedaulatan bangsa.

Ia mengatakan di tengah dunia yang semakin terbuka dengan interaksi dan disrupsi yang semakin tinggi, nasionalisme dan kedaulatan bangsa menghadapi tantangan-tantangan baru.

Kedaulatan tidak bisa hanya dimaknai sebagai kemampuan mengusir penjajah.

"Kedaulatan bukan berarti memagari, tidak ada pihak luar yang masuk ke Tanah Air kita. Kedaulatan bukan berarti menutup diri, tetapi kedaulatan adalah kemanfaatan maksimal untuk bangsa dan negara," kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, dalam dunia yang semakin terbuka dengan interaksi dalam negara yang semakin tinggi, gelombang globalisasi tidak terhindarkan lagi. Bukan hanya mobilitas fisik antarnegara yang semakin tinggi, bukan hanya mobilitas barang dan uang yang semakin mudah, tetapi mobilitas gagasan,  mobilitas gagasan juga yang semakin tinggi melalui ranah-ranah digital.

"Konsekuensinya, globalisasi menghasilkan dunia yang hiperkompetisi, dunia yang diwarnai oleh kompetisi yang super ketat," katanya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, salah satu pilar yang menjaga kedaulatan adalah memenangkan kompetisi.

"Kita harus memenangkan kompetisi di dalam negeri, kita harus memenangkan kompetisi di pasar global, di pasar luar negeri. Kita harus lebih unggul dari negara lain dan kita harus mampu mendahului negara lain dalam dunia yang semakin kompetitif ini," kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut dikatakan, kedaulatan harus diperjuangkan dengan keberanian untuk menemukan cara-cara baru dan untuk bisa mendahului negara lain tidaklah mungkin Indonesia menggunakan tangga yang sama. Seperti tangga-tangga yang dipakai oleh negara-negara maju di masa lalu.

Menurut Presiden Jokowi,  untuk mendahului kereta yang lain, tidaklah mungkin menggunakan rel yang sama. Demikian juga untuk mendahului negara yang lain, tidaklah mungkin  Indonesia menggunakan cara-cara yang sama.

"Indonesia  harus menemukan cara-cara yang baru dan  mencari rel-rel baru untuk mencapai kemajuan," katanya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN